Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Hewan Kurban Melimpah, Kotim Dipastikan Tak Kekurangan Sapi Jelang Iduladha

Miftahul Ilma • Selasa, 19 Mei 2026 | 11:30 WIB
Sapi kurban siap dijual. Miftah/kaltengpos.jawapos.com
Sapi kurban siap dijual. Miftah/kaltengpos.jawapos.com

SAMPIT – Ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipastikan aman menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Bahkan, jumlah sapi kurban yang masuk diperkirakan jauh melebihi kebutuhan masyarakat tahun ini.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim mencatat sementara ada sekitar 1.900 ekor sapi, 600 ekor kambing dan sekitar 50 hingga 60 ekor domba yang tersebar di puluhan titik penampungan hewan kurban di Kotim. Angka itu jauh melampaui perkiraan kebutuhan hewan kurban di Kotim. 

Baca Juga: Harga Hewan Kurban di Sampit Naik Jelang Iduladha, Imbas Kenaikan BBM

“Kebutuhan kita sekitar 1.100 ekor sapi saja. Jadi untuk tahun ini sangat mencukupi,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, drh Endrayatno, saat melakukan pemeriksaan hewan kurban, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena beberapa truk pengangkut sapi dari luar daerah masih dalam perjalanan menuju Kotim.

“Masih ada yang datang lagi, tapi tidak terlalu banyak. Mungkin sekitar sampai 100 ekor lagi,” ujarnya.

Mayoritas hewan kurban yang masuk ke Kotim berasal dari luar daerah, terutama Sulawesi dan Jawa Timur. Sebagian besar sapi didatangkan melalui jalur laut, baik langsung ke Pelabuhan Sampit maupun transit melalui Banjarmasin.

Baca Juga: Iduladha 2026, Pasokan Hewan Kurban di Sampit Capai 800 Ekor Sapi, Termasuk Pesanan Gubernur Agustiar Sabran

Melimpahnya stok hewan kurban itu membuat Kotim tak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memasok ke daerah lain di Kalimantan Tengah.

“Biasanya kalau lebih itu dibawa lagi ke Kabupaten Seruyan sampai Kota Palangkaraya,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai melakukan pemeriksaan antemortem atau pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih. 

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban memenuhi prinsip ASUH, yakni aman, sehat, utuh dan halal.

“Kita memastikan hewan itu layak kurban. Matanya tidak buta, telinga dan ekor tidak terputus, sehat, bulunya tidak kusam dan umurnya memenuhi syarat,” jelasnya.

Baca Juga: Iduladha 2026, Mau Cari Sapi Limousin Murah Meriah di Palangka Raya, Langsung Datang ke Mahir Mahar

Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi penyakit berbahaya seperti antraks dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), meski sejauh ini belum pernah ditemukan kasus antraks pada hewan kurban di Kotim.

“Yang paling kita antisipasi sekarang antraks karena bersifat zoonosis atau bisa menular ke manusia. Tapi alhamdulillah sejauh ini belum pernah ditemukan,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu sapi kurban berukuran jumbo juga menjadi perhatian masyarakat tahun ini. 

Seekor sapi limosin berbobot lebih dari satu ton milik Presiden RI disebut akan disembelih di Masjid Wahyu Al Hadi Sampit. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#antermortem #penyakit mulut dan kuku (PMK) #sapi limosin #hewan kurban #Pelabuhan Sampit