SAMPIT – Sisa lumpur dan sampah masih terlihat menumpuk di sejumlah saluran air di Kecamatan Baamang, Selasa (19/5/2026).
Setelah banjir merendam beberapa kawasan permukiman, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama warga bergerak melakukan gotong royong massal membersihkan drainase yang tersumbat.
DBaca Juga: Tiga Ekskavator Diterjunkan, Pemkab Kotim Kebut Pembersihan Drainase Usai Sampit Berkali-kali Tergenang
Wakil Bupati Kotim Irawati turun langsung memimpin kegiatan tersebut di sepanjang Jalan Cristopel Mihing hingga kawasan Simpang Desmon Ali.
Kawasan itu menjadi salah satu titik yang terdampak cukup parah akibat hujan deras beberapa hari terakhir.
Puluhan petugas gabungan tampak berjibaku mengangkat endapan lumpur, pasir, hingga sampah yang menyumbat saluran air.
Sejumlah drainase kayu yang menghalangi aliran air juga dibongkar agar genangan lebih cepat surut.
Baca Juga: Diguyur Hujan Lebat, Drainase Buruk, Sejumlah Ruas Jalan di Sampit Terendam Air
Kegiatan itu melibatkan sejumlah instansi, pihak kecamatan, kelurahan, RT dan RW setempat. Mereka menggunakan alat sederhana seperti cangkul, parang, garuk dan karung untuk membersihkan saluran secara manual.
Menurut Irawati, langkah gotong royong dilakukan sebagai penanganan cepat sambil menunggu proses normalisasi drainase secara bertahap di sejumlah kawasan rawan banjir.
“Untuk tahap awal ini kami fokus membersihkan saluran yang tersumbat supaya aliran air kembali lancar dan genangan bisa cepat turun,” katanya.
Ia menjelaskan, curah hujan tinggi beberapa hari terakhir menyebabkan banyak kawasan di Sampit tergenang, terutama di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.
Bahkan sejumlah fasilitas umum ikut terdampak banjir.
Baca Juga: Bencana Banjir Masih Rendam Sejumlah Wilayah Kotim, Ketinggian Capai 60 Centimeter
Beberapa titik yang menjadi perhatian pemerintah daerah di antaranya Jalan Cristopel Mihing, Jalan Walter Condrad, kawasan Tjilik Riwut hingga Perumahan Bromo yang sebelumnya sempat dipenuhi genangan.
Selain pembersihan manual, pemerintah daerah juga telah mengerahkan empat unit alat berat untuk membantu pengerukan drainase di beberapa lokasi yang memungkinkan dijangkau alat berat.
Namun demikian, proses penanganan tidak sepenuhnya mudah. Sejumlah saluran air berada di kawasan padat penduduk dan terhalang bangunan warga sehingga menyulitkan proses normalisasi.
Meski begitu, Irawati mengaku bersyukur karena warga bersedia ikut terlibat membantu membersihkan drainase bersama petugas gabungan.
“Saat diberikan penjelasan terkait penanganan banjir, mereka mau ikut membantu supaya saluran air kembali normal,” tandasnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana