Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Banjir Rendam Permukiman, DPKP Kotim Pastikan Lahan Pertanian Masih Aman

Miftahul Ilma • Kamis, 21 Mei 2026 | 19:16 WIB
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Yephi Hartady Periyanto
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Yephi Hartady Periyanto

SAMPIT – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ternyata belum berdampak serius terhadap sektor pertanian. 

Di tengah genangan yang merendam permukiman warga beberapa waktu terakhir, lahan produksi pertanian justru dinilai masih dalam kondisi aman dan mendapat pasokan air yang cukup.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Yephi Hartady Periyanto, mengatakan hingga saat ini genangan banjir lebih banyak terjadi di kawasan permukiman akibat saluran drainase yang tidak lancar, bukan pada area pertanian produktif.

“Kalau sejauh ini belum terdampak terlalu parah. Karena untuk lahan-lahan produksinya sendiri belum terdampak. Banjir ini lebih banyak terjadi di pemukiman karena masalah saluran drainase,” katanya, Kamis (21/5/2026). 

Menurut Yephi, tingginya curah hujan justru membawa dampak positif bagi sektor pertanian, khususnya untuk kebutuhan pengairan sawah dan perkebunan. 

Pasokan air dinilai masih berada pada batas ideal dan belum mengganggu aktivitas pertanian masyarakat. 

“Kalau untuk pertanian sendiri dengan banyaknya air ini sebenarnya bagus. Saluran irigasi masih aman, belum ada sawah yang sampai terendam parah. Malah yang kami khawatirkan itu kalau terjadi kekeringan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya pemerintah sempat memperkirakan musim kemarau akan datang lebih cepat dan berlangsung panjang. 

Karena itu, Dinas Pertanian bersama pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan pada Juli hingga Agustus mendatang.

“Bulan lalu kami mendampingi ibu wakil bupati menghadiri undangan Kementerian Pertanian. Daerah diminta mengajukan bantuan untuk antisipasi kemarau seperti irigasi pompa, irigasi pipa, sampai pompa air,” jelasnya.

Kotim sendiri sebelumnya telah mendapat jatah bantuan irigasi pompa dan irigasi pipa dari pemerintah pusat. 

Namun, pemerintah daerah kembali mengusulkan tambahan bantuan agar wilayah sentra pertanian tetap aman apabila musim kemarau benar-benar terjadi.

“Kalau irigasi pompa kita dapat empat titik, irigasi pipa juga sekitar tiga atau empat titik. Kemarin kita tambah usulan masing-masing lima titik lagi, jadi total sekitar sembilan titik,” ungkapnya.

Bantuan tersebut nantinya diprioritaskan untuk kawasan sentra persawahan, salah satunya di wilayah Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit yang selama ini menjadi daerah produksi pangan utama di Kotim.

“Prioritasnya memang untuk sentra pertanian. Jadi kalau nanti kemarau benar-benar terjadi, kita sudah siap dengan sarana pendukung pengairannya,” tandasnya. (*)

Editor : Agus Pramono
#lahan pertanian #banjir kotim