Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Empat Alat Berat Diterjunkan, Pembangunan Yonif TP 923/Mentaya di Kotim Dikebut

Agus Pramono • Jumat, 22 Mei 2026 | 14:30 WIB
Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan mengawal dimulainya pembangunan Satuan Yonif TP 923/Mentaya. Devita Maulina/Antara
Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan mengawal dimulainya pembangunan Satuan Yonif TP 923/Mentaya. Devita Maulina/Antara 

SAMPIT – Komando Distrik Militer (Kodim) 1015/Sampit mulai mempercepat pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 923/Mentaya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Sebanyak empat unit alat berat diterjunkan untuk mendukung proses pembangunan yang ditargetkan selesai tahun ini.

Komandan Kodim (Dandim) 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan mengatakan pembangunan Yonif TP 923/Mentaya merupakan bagian dari program strategis Pemerintah Republik Indonesia di bidang pertahanan dan keamanan.

“Alhamdulillah pekerjaan pembangunan Yonif TP 923/Mentaya sudah dimulai. Perlunya percepatan pembangunan ini merupakan program Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang pertahanan keamanan guna mempercepat pembangunan nasional di setiap kabupaten, khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur,” katanya di Sampit, Rabu (20/5/2026).

Pembangunan dilakukan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 18 jalur Sampit–Pangkalan Bun, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Lokasi tersebut berada di atas lahan milik TNI seluas 79 hektare yang saat ini masih berupa kawasan hutan gambut.

Menurut Dwi Candra, pembangunan fisik Yonif TP 923/Mentaya resmi dimulai pada Rabu (20/5) dengan fokus awal pada pembukaan akses jalan, pemerataan lahan dan pembangunan fasilitas dasar.

Ia menjelaskan, keberadaan Yonif TP 923/Mentaya nantinya tidak hanya berfungsi sebagai satuan pertahanan, tetapi juga mendukung pembangunan wilayah melalui konsep teritorial pembangunan yang terintegrasi dengan sektor pertanian, peternakan, kesehatan hingga konstruksi.

Di dalam struktur satuan tersebut nantinya akan dilengkapi berbagai sarana pendukung ketahanan pangan, termasuk unit pertanian dan peternakan untuk membantu pengembangan sektor pangan daerah.

Selain itu, Yonif TP 923/Mentaya juga dipersiapkan membantu penanggulangan bencana melalui keberadaan kompi konstruksi dan kompi kesehatan yang dilengkapi fasilitas operasional lapangan.

“Termasuk kompi konstruksi di dalamnya memiliki sarana-prasarana konstruksi guna mempercepat pembangunan di wilayah Kabupaten Kotim untuk mendukung pemerintah daerah,” ujarnya.

Dwi Candra menambahkan, pembangunan Yonif TP 923/Mentaya merupakan bagian dari pemerataan pembangunan nasional yang dilaksanakan pemerintah pusat di berbagai daerah, termasuk Kotim yang dinilai memiliki posisi strategis.

Karena itu, percepatan pembangunan terus dilakukan sejak hari pertama pekerjaan dimulai dengan dukungan alat berat untuk membuka akses mobilitas baru di kawasan pembangunan.

“Penurunan alat berat ini merupakan langkah nyata akselerasi pembangunan fisik Satuan Yonif TP 923/Mentaya di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Pengerjaan diawali dengan membuka akses mobilitas baru yang sangat krusial bagi kawasan pembangunan tersebut,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dwi Candra juga menegaskan bahwa lahan yang digunakan untuk pembangunan Yonif TP 923/Mentaya merupakan lahan milik TNI dan telah memiliki surat tanah maupun alas hak yang sah.(*)

 

Editor : Agus Pramono
#yonif tp 923/ mentaya #teritorial pembangunan #Kodim 1015/Sampit #tni