SAMPIT – Pernyataan Ketua DPRD Kalimantan Tengah Arton S Dohong soal kondisi Jalan Sampit-Samuda yang rusak menuai gelombang kritik dari masyarakat Kotawaringin Timur (Kotim).
Ucapan yang menyebut jalan beraspal terkelupas masih lebih baik dibanding jalan tanah dianggap menyakitkan bagi warga yang setiap hari melintasi jalur rusak tersebut.
Sorotan publik itu akhirnya mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Kalteng Daerah Pemilihan II, Sutik.
Ia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat apabila pernyataan tersebut menimbulkan ketersinggungan.
“Saya dari DPRD Provinsi Kalteng, kalau memang ada Bapak Ketua DPRD Provinsi Kalteng yang dianggap masyarakat Kotim tersinggung, saya minta maaf sebesar-besarnya,” kata saat diwawancarai awak media usai memonitoring pengantaran sapi sapi kurban dari Gubernur di Sampit, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, ucapan Arton saat itu sebenarnya tidak dimaksudkan untuk meremehkan penderitaan masyarakat pengguna jalan. Ia menilai ucapan itu dilontarkan sambil bergurau.
“Sebetulnya kalau saya melihat beliau kemarin itu sambil bergurau, tidak serius.
Tapi kalau ditanggapi dengan kurang memuaskan, saya minta maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.
Sutik mengakui masyarakat memiliki alasan untuk kecewa. Pasalnya, kerusakan Jalan Sampit-Samuda hingga arah Bagendang sudah berlangsung cukup lama dan kerap membahayakan pengendara, terutama roda dua.
Ia pun berharap polemik tersebut tidak memicu kesalahpahaman berkepanjangan antara masyarakat dan pemerintah daerah.
“Kita memahami keluhan masyarakat karena memang jalannya rusak dan aktivitas warga terganggu. Mudah-mudahan ke depan penanganannya bisa maksimal,” tandasnya. (*)
Editor : Agus Pramono