SAMPIT-Pengibaran Bendera Merah Putih pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026), menjadi penugasan terakhir bagi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) angkatan 2025.
Setelah menuntaskan tugas tersebut, mereka resmi memasuki babak baru sebagai Purna Paskibraka. Di halaman Kantor Bupati Kotim, puluhan anggota Paskibraka menjalankan tugas dengan penuh disiplin dan khidmat.
Bendera Merah Putih berhasil dikibarkan dengan sempurna, mengulang keberhasilan mereka saat bertugas pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun lalu.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotim, Naning Sugiharti, mengatakan momentum Hari Lahir Pancasila sekaligus menjadi penutup masa tugas anggota Paskibraka 2025.
“Pengibaran bendera pada peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi penugasan terakhir bagi mereka sebagai anggota Paskibraka. Setelah itu mereka resmi berstatus sebagai Purna Paskibraka,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Menurut Naning, berakhirnya masa tugas sebagai pengibar bendera bukan berarti proses pengabdian mereka selesai. Justru para anggota akan memasuki tahapan pembinaan lanjutan untuk memperkuat peran sebagai generasi penerus yang mengamalkan nilai-nilai kebangsaan.
Para purna paskibraka nantinya akan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) yang difasilitasi oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Program tersebut dilaksanakan secara bertahap melalui sistem pembelajaran daring hingga peserta memperoleh sertifikat sebagai Purna Paskibraka Duta Pancasila.
“Setelah menjadi purna, mereka memiliki peran baru sebagai Duta Pancasila. Tugasnya adalah membantu menyebarluaskan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing,” jelasnya.
Kesbangpol mencatat minat anggota Paskibraka Kotim untuk mengikuti program lanjutan tersebut sangat tinggi. Dalam tiga tahun terakhir, hampir seluruh anggota yang telah menyelesaikan tugas pengibaran bendera melanjutkan pendidikan sebagai Duta Pancasila.
“Tingkat partisipasinya sangat baik. Dalam dua angkatan terakhir hanya ada satu orang setiap tahun yang tidak mengikuti diklat lanjutan. Tahun ini kami berharap seluruh 75 anggota Paskibraka 2025 dapat mengikuti dan menyelesaikannya,” kata Naning.
Salah seorang anggota Paskibraka Kotim 2025, Ahmad Noor Rizky, mengaku bersyukur dapat menyelesaikan seluruh tugas yang dipercayakan kepadanya.
Baginya, pengalaman menjadi pengibar bendera merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab yang akan terus dipegang hingga masa mendatang.
“Saya ingin mengikuti diklat lanjutan, supaya bisa menjadi Purna Paskibraka Duta Pancasila. Minimal bisa menanamkan nilai-nilai Pancasila pada diri sendiri, kemudian membagikannya kepada orang-orang di sekitar saya,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya masa tugas pengibaran bendera, para anggota Paskibraka Kotim kini bersiap menjalani peran baru.
Tidak lagi berdiri di bawah tiang bendera saat upacara kenegaraan, mereka akan menjadi bagian dari upaya menanamkan semangat Pancasila di tengah masyarakat. (*)
Editor : Ayu Oktaviana