Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kabar Baik! Sejumlah Drainase di Sampit Akan Ditangani, Berikut Daftarnya

Miftahul Ilma • Rabu, 3 Juni 2026 | 15:30 WIB
Kepala SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama
Kepala SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama

SAMPIT – Banjir yang menggenangi Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) beberapa waktu lalu disinyalir terjadi akibat drainasi yang kurang baik. Terkait itu, pemerintah Kabupaten Kotim memprioritaskan penanganan drainase di sejumlah ruas jalan. 

Rencananya, ada dua ruas jalan utama Kota Sampit akan dilakukan penanganan drainase pada tahun 2026 ini. Dua ruas jalan itu yakni Jalan DI Panjaitan dan Jalan Tjilik Riwut. 

Baca Juga: Wabup Kotim Berharap Pokir DPRD Fokus Benahi Drainase Kota Sampit

Tak hanya itu, proyek tersebut juga akan memperbaiki infrastruktur jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. 

“Ada beberapa kegiatan drainase tahun ini. Yang utama di jalan utama ada dua, yakni di Jalan DI Panjaitan dan Jalan Tjilik Riwut. Kalau drainase lingkungan juga ada,” ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, Rabu (3/6/2026). 

Ia mengatakan, kedua proyek saat ini masih dalam tahap persiapan lelang. Proses lelang diperkirakan mulai berjalan pada Juni ini dan membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Jika sesuai jadwal, kontrak pekerjaan bisa diteken pada pertengahan Juli.

Ia menerangkan, penanganan drainase di Jalan Tjilik Riwut akan difokuskan pada kawasan yang selama ini kerap tergenang dan mengalami kerusakan jalan. Ruas jalan itu mulai dari sekitar wilayah kawasan Wengga Metropolitan menuju arah pusat kota.

Baca Juga: Kalteng Menghadapi Darurat Ekologis! Hutan Hilang, Banjir Terus Berulang

“Untuk tahap pertama kurang lebih sekitar 600 meter. Kawasan itu menjadi perhatian karena sering banjir,” katanya.

Mentana menilai Jalan Tjilik Riwut layak menjadi prioritas karena merupakan gerbang utama masuk ke Kota Sampit. Selain itu, kapasitas jalan dan sistem drainase di kawasan tersebut dinilai sudah tidak lagi mampu mengimbangi pertumbuhan lalu lintas.

“Tjilik Riwut ini akses utama masuk ke Sampit. Kapasitas jalannya juga dinilai perlu ditingkatkan karena jalannya termasuk sempit. Dua mobil aja sudah hampir dempet,” bebernya.

Baca Juga: Curhatan Warga Sampit: Rumah Terendam Banjir Akibat Drainase Mampet, Berharap Normalisasi Dilakukan

Sementara untuk proyek drainase Jalan DI Panjaitan, penanganan akan dilakukan secara bertahap dengan konsep membangun saluran dari bagian hilir atau muara terlebih dahulu. Ruas yang ditangani membentang dari kawasan Jembatan Sei Mentawa hingga menuju Jalan Pelita.

“Konsepnya kita mulai dari muaranya dulu supaya aliran air punya jalur pembuangan yang jelas. Kalau bagian atas dulu yang dibangun, nanti airnya mau dibuang ke mana. Jadi kita kerjakan bertahap dari bawah ke atas,” jelasnya.

berharap pembangunan drainase di dua titik strategis tersebut mampu mengurangi persoalan genangan saat hujan deras. Selain itu infrastruktur perkotaan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat Sampit juga turut dibenahi. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#proyek drainase #drainase #banjir #infrastruktur #kotawaringin timur