SAMPIT – Banjir yang melanda Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) rupanya tidak hanya menggenangi sejumlah ruas jalan dan rumah warga. Objek vital Bandara Haji Asan Sampit disebut juga sedikit tergenang.
Hal itu menjadi pemerintah kabupaten Kotim. Bupati Halikinnor turun langsung meninjau saluran drainase di Jalan Tjilik Riwut, tepatnya di sekitar kawasan bandara, guna mencari solusi agar limpasan air tidak lagi mengarah ke landasan pacu pesawat, Selasa (9/6/2026).
Menurut Halikinnor, selama ini aliran air dari wilayah barat mengalir menuju kawasan bandara. Saat hujan deras bertepatan dengan pasang air, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan genangan di area runway.
Karena itu, pemerintah daerah akan memerintahkan Dinas terkait untuk melakukan pembersihan sekaligus penataan saluran drainase agar aliran air dapat dialihkan ke jalur pembuangan yang lebih tepat.
“Selama ini banyak air dari daerah barat mengalir melewati bandara. Kalau pas hujan lebat dan air pasang, runway ada yang tergenang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, langkah awal yang dilakukan adalah membersihkan saluran yang ada dan memetakan arah pembuangan air agar tidak lagi bermuara ke kawasan bandara.
Menurut Halikinnor, keberadaan drainase yang berfungsi baik menjadi penting karena aktivitas penerbangan di Bandara H Asan kini semakin rutin.
“Pesawat sudah mulai rutin mendarat sekarang. Kalau ada air di runway tentu menjadi kendala. Harapan kita hujan bagaimanapun, runway tetap kering,” tegasnya.
Pemerintah daerah berharap penataan drainase tersebut tidak hanya mencegah genangan di bandara, tetapi juga membantu mengurangi masalah banjir di kawasan sekitar Jalan Tjilik Riwut. (*)
Editor : Agus Pramono