Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

RSUD dr Murjani akan Luncurkan Si Penyang, Sistem Pemantauan Ibu Hamil Berisiko Tinggi

Bahri • Selasa, 9 Juni 2026 | 18:46 WIB
dr Yulia Nofiany
dr Yulia Nofiany
 

SAMPIT – Upaya menekan angka kematian ibu dan bayi terus diperkuat RSUD dr Murjani Sampit. Dalam waktu dekat, rumah sakit milik pemerintah daerah itu akan meluncurkan sebuah Comand Center Sistem Informasi Penyangga Keselamatan Nyawa Ibu dan Bayi (Si Penyang) yang difokuskan untuk memantau kondisi ibu hamil sejak dini.

Program tersebut akan menjadi pusat koordinasi antara RSUD dr Murjani dan puskesmas, sehingga kondisi pasien dapat dipantau sebelum dirujuk ke rumah sakit. Dengan begitu, tenaga medis memiliki waktu lebih cepat untuk menyiapkan penanganan jika ditemukan potensi kegawatdaruratan.

Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, menjelaskan bahwa Si Penyang dikembangkan untuk memperkuat sistem pemantauan kehamilan sekaligus meningkatkan respons pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.

“Melalui sistem ini, sebelum pasien dirujuk ke RSUD dr Murjani, kondisi ibu hamil sudah dapat kami monitor terlebih dahulu. Jadi ketika pasien tiba, tenaga kesehatan sudah memiliki gambaran tindakan medis yang perlu dilakukan,” ujarnya, beberapa waktu lalu. 

Ia menerangkan, data pemeriksaan yang diinput oleh bidan di puskesmas akan langsung terkoneksi dengan pusat kendali di RSUD dr Murjani. Informasi tersebut akan dipantau secara langsung untuk mengetahui perkembangan kondisi kehamilan, termasuk mendeteksi kemungkinan munculnya risiko kesehatan.

Jika ditemukan indikasi kehamilan berisiko tinggi, sistem akan memberikan peringatan kepada petugas medis. Fitur tersebut diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan serta mengurangi keterlambatan penanganan terhadap pasien yang membutuhkan perhatian khusus.

“Kami ingin setiap potensi risiko dapat diketahui lebih cepat. Dengan demikian, persiapan penanganan bisa dilakukan sejak awal sehingga peluang keselamatan ibu maupun bayi menjadi lebih besar,” katanya.

Sebagai pusat pemantauan, RSUD dr Murjani akan menyiapkan dashboard khusus yang menampilkan data ibu hamil dari puskesmas yang terhubung dalam jaringan Si Penyang. Melalui data tersebut, tenaga kesehatan dapat mengetahui wilayah mana yang memiliki kasus kehamilan berisiko tinggi dan membutuhkan perhatian lebih intensif.

Peluncuran program ini dijadwalkan berlangsung antara 15 sampai 20 Juni 2026. Pada tahap awal, penerapan akan dilakukan di dua fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Baamang II dan Puskesmas Sebabi.

Menurut Yulia, pemilihan kedua puskesmas tersebut dilakukan karena mewakili karakter wilayah yang berbeda, yakni kawasan perkotaan dan wilayah luar kota. Hasil implementasi awal nantinya akan menjadi dasar pengembangan sistem ke puskesmas lain di Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Setelah tahap awal berjalan dan dievaluasi, program ini akan diperluas secara bertahap hingga dapat dimanfaatkan seluruh puskesmas di Kotim,” jelasnya.

Melalui inovasi tersebut, RSUD dr Murjani berharap proses pelayanan kesehatan ibu dan bayi menjadi lebih terintegrasi, responsif, serta mampu meminimalkan risiko keterlambatan penanganan pada kasus-kasus yang berpotensi mengancam keselamatan pasien.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#si penyang #kehamilan berisiko #RSUD dr Murjani #ibu hamil