Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Tiwah Disiapkan Jadi Agenda Wisata Daerah Kotim

Miftahul Ilma • Kamis, 11 Juni 2026 | 19:55 WIB
Upacara Tiwah.
Upacara Tiwah.

 SAMPIT – Ritual Tiwah dinilai tak hanya ritual yang sakral. Tetapi juga bisa menjadi bagian dari wisata. Ide untuk menjadikan ritual Tiwah sebagai agenda rutin daerah muncul. 

Tidak hanya sebagai upaya pelestarian budaya dan keagamaan masyarakat Dayak Hindu Kaharingan, kegiatan sakral tersebut juga dilirik menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan pengunjung dari luar daerah.

Bupati Kotim, Halikinnor mengatakan, selama ini pemerintah daerah membantu pelaksanaan Tiwah melalui skema hibah kepada kelompok masyarakat yang menyelenggarakannya. 

Namun ke depan, pola tersebut akan diarahkan menjadi program yang dikelola secara terstruktur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersama Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MD-AHK).

“Selama ini memang pemerintah daerah membantu melalui hibah. Ke depan, Tiwah tidak lagi semata-mata bantuan kepada kelompok masyarakat, tetapi menjadi program yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” katanya, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan agar pelaksanaan Tiwah memiliki jadwal yang lebih terencana dan dapat dipromosikan secara luas sebagai agenda budaya tahunan Kotim.

“Saya minta supaya dilakukan koordinasi dengan Majelis Agama Hindu Kaharingan agar menjadi agenda tetap. Kalau bisa, harapan kita Tiwah menjadi salah satu destinasi wisata, sehingga orang datang ke sini bisa melihat langsung prosesi Tiwah,” ujarnya.

Halikinnor menilai ritual Tiwah memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat serta menjadi identitas masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Dengan pengelolaan yang lebih baik, kegiatan tersebut diyakini mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan sektor ekonomi daerah.

Selain membahas pengembangan Tiwah sebagai agenda wisata, Pemkab Kotim juga menindaklanjuti usulan hibah untuk organisasi Hindu Kaharingan. Menurut Halikinnor, bantuan tersebut tetap akan diberikan, namun masih menunggu kajian administrasi dan kemampuan keuangan daerah.

“Akan dipelajari dulu surat-menyuratnya. Mereka mengusulkan seluruh kebutuhan, namun prinsipnya kalau memungkinkan akan kita berikan, kalau tidak ya sebagian yang bisa kita hibahkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, hibah tersebut diharapkan dapat membantu organisasi Hindu Kaharingan memiliki aset dan identitas kelembagaan yang jelas, termasuk yang nantinya dapat disertifikasi atas nama lembaga keagamaan.

Rencana menjadikan Tiwah sebagai agenda tetap daerah saat ini masih dibahas lebih lanjut bersama MD-AHK dan perangkat daerah terkait.

Jika terealisasi, Kotim berpotensi menjadi salah satu daerah pertama yang mengemas ritual Tiwah sebagai kalender wisata budaya dan religi secara berkelanjutan. (*)

Editor : Agus Pramono
#wisata kotim #upacara tiwah #wisata tiwah #tiwah dayak