Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jalan Menuju Tumbang Kalang Berlumpur, Warga Keluhkan Akses Sulit Saat Hujan

Miftahul Ilma • Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:00 WIB
Kondisi jalan rusak menuju Tumbang Kalang.(Facebook)
Kondisi jalan rusak menuju Tumbang Kalang.(Facebook)

 

SAMPIT – Akses jalan menuju Desa Tumbang Kalang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali menjadi sorotan setelah sebuah video kondisi ruas jalan tersebut beredar luas di media sosial.

Rekaman berdurasi 12 detik itu memperlihatkan sejumlah kendaraan yang harus melaju pelan saat melintasi jalan yang dipenuhi lumpur. Kondisi badan jalan yang licin membuat pengendara roda dua maupun roda empat kesulitan menjaga laju kendaraan.

Dalam video tersebut, beberapa kendaraan tampak melewati kubangan dengan kondisi jalan yang rusak parah. Bahkan, pengendara terlihat harus berhati-hati agar kendaraan tidak terperosok ke bagian jalan yang berlubang dan berlumpur.

Bagi warga sekitar, kondisi tersebut bukan persoalan baru. Ruas jalan yang menjadi jalur utama masyarakat menuju Desa Tumbang Kalang itu sudah lama mengalami kerusakan dan belum mendapat penanganan permanen.

Seorang warga setempat, Alwi, mengatakan kerusakan jalan tersebut cukup menghambat aktivitas masyarakat. Tidak hanya perjalanan sehari-hari, kondisi itu juga berdampak pada akses ekonomi hingga pelayanan kesehatan.

“Belum sampai memutus akses, tapi sangat menghambat aktivitas warga dan ekonomi masyarakat. Kalau ada pasien darurat yang harus dirujuk ke puskesmas saat musim hujan, itu sangat memprihatinkan,” ujarnya saat, Sabtu (13/6/2026).

Ia menjelaskan, sebagian ruas jalan menuju Kecamatan Antang Kalang masih belum dilapisi aspal. Panjang jalan yang belum mendapatkan peningkatan disebut masih sekitar 5,5 kilometer.

Menurutnya, material pengerasan jalan berupa latrit yang sebelumnya membantu memperkeras permukaan jalan kini sudah tidak lagi tersedia. Akibatnya, saat hujan turun, jalan kembali berubah menjadi medan berlumpur.

“Jalan rusak ini masih tanah belum aspal. Latritenya juga sudah habis sejak lama,” katanya.

Kondisi tersebut paling dirasakan warga ketika musim penghujan. Kendaraan yang membawa hasil pertanian, kendaraan pribadi, hingga angkutan masyarakat sering mengalami kendala saat melintas.

“Kalau hujan memang sangat sulit. Banyak kendaraan yang akhirnya terjebak karena lumpur di tengah jalan,” ungkapnya.

Selain menjadi jalur penghubung antarwilayah, ruas tersebut juga menjadi akses penting bagi masyarakat untuk menuju sekolah, fasilitas kesehatan, serta membawa kebutuhan pokok dan hasil produksi warga.

Warga berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan agar akses transportasi di wilayah pedalaman Kotim tidak terus terganggu setiap musim hujan.

“Masyarakat hanya berharap ada perbaikan, supaya aktivitas warga bisa berjalan normal tanpa harus khawatir ketika hujan turun,” harapnya.

Hingga kini, warga masih menantikan langkah konkret pemerintah terkait penanganan jalan tersebut agar akses menuju Desa Tumbang Kalang dapat kembali nyaman dan aman dilalui. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#kotim #kerusakan jalan #pelayanan kesehatan #Desa Tumbang Kalang #kebutuhan pokok