Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Lantai Jembatan Patah Jalan Kapten Mulyono Dibongkar Total

Miftahul Ilma • Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:36 WIB
Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono diperbaiki.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono diperbaiki.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

 

SAMPIT – Wajah Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono Kota Sampit kini tampak berbeda. Struktur lantai kayu yang selama ini menjadi pijakan pengguna jalan mulai dibongkar satu per satu. 

Pembongkaran itu merupakan bagian dari pekerjaan rehabilitasi menyeluruh yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim).

Pekerjaan yang mulai terlihat pada Jumat (12/6/2026) itu menandai berakhirnya pola perbaikan parsial yang selama ini dilakukan ketika muncul kerusakan pada beberapa bagian lantai jembatan. Kali ini, seluruh lantai jembatan diganti sekaligus agar kondisi jembatan kembali layak digunakan.

Sejumlah pekerja tampak membongkar papan-papan kayu ulin yang sudah menua. Di kedua sisi jembatan juga terpasang pemberitahuan penutupan akses serta petunjuk jalur alternatif bagi pengguna jalan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat yang setiap hari masih bergantung pada jembatan tersebut.

“Untuk jembatan permanennya memang sedang berproses dalam studi kelayakan atau feasibility study (FS), sehingga sambil menunggu itu selesai, jembatan yang ada harus tetap aman digunakan,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026) 

Menurut Mentana, pemerintah daerah tidak ingin mengambil risiko dengan membiarkan kondisi lantai jembatan terus menurun sambil menunggu tahapan pembangunan jembatan permanen yang membutuhkan waktu cukup panjang.

“Kita tidak bisa menunggu terlalu lama. Aktivitas masyarakat tetap berjalan setiap hari, sehingga kondisi jembatan harus dipastikan aman. Karena itu kami melaksanakan pemeliharaan yang memang sudah diprogramkan sebelumnya,” katanya.

Ia menjelaskan, seluruh bagian lantai yang mengalami penurunan kualitas akan diganti menggunakan material baru. Dengan penanganan tersebut, umur layanan jembatan diharapkan dapat diperpanjang hingga pembangunan penggantinya direalisasikan.

Saat ini pemerintah daerah masih melakukan kajian untuk menentukan konsep pembangunan jembatan permanen.

Termasuk kemungkinan apakah pembangunan tetap dilakukan di lokasi yang sama atau menggunakan titik baru yang dianggap lebih ideal.

“Setelah FS selesai, masih ada tahapan DED dan proses perencanaan teknis lainnya. Dari hasil kajian sementara, penggantian lantai yang dilakukan sekarang diperkirakan cukup untuk menopang kebutuhan masyarakat sampai jembatan permanen dibangun,” jelasnya.

Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan atau 90 hari.

Pemerintah daerah meminta masyarakat memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan dan tidak mencoba melintasi area pekerjaan demi menghindari risiko kecelakaan.  (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#Jalan Kapten Mulyono #jembatan #Kota sampit