Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Ratusan Kayu Ulin Disiapkan untuk Lantai Jembatan Kapten Mulyono Sampit

Miftahul Ilma • Senin, 15 Juni 2026 | 15:30 WIB
Perbaikan Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Perbaikan Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

SAMPIT – Perbaikan Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai dikerjakan. Material lama yang menjadi lantai jembatan kini dilepas untuk digantikan dengan bahan baru.

Kayu-kayu di lantai jembatan yang sudah lapuk kini dibongkar untuk diganti dengan kayu yang lebuh memadai. Langkah tersebut dilakukan agar konstruksi jembatan kembali kokoh dan mampu menahan beban kendaraan.

Pengerjaan rehabilitasi dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Jalan, Jembatan dan Drainase Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Suhardiono mengatakan, penanganan kali ini berbeda dibanding perbaikan sebelumnya yang hanya bersifat sementara.

Menurutnya, seluruh komponen yang sudah tidak layak digunakan akan diganti agar usia jembatan dapat lebih panjang.

“Untuk material kayu yang digunakan semuanya baru. Kami siapkan sekitar 300 batang kayu ulin dengan panjang empat meter. Lalu ada tambahan sekitar 75 batang lagi karena lebar jembatan lima meter,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Selain bagian lantai, komponen plat besi yang berada di atas permukaan jembatan juga ikut diganti. Material lama dinilai sudah mengalami penurunan kualitas sehingga perlu diperbarui.

“Ada 26 lembar plat besi yang kami ganti. Seluruh kebutuhan material untuk pekerjaan ini sudah tersedia dan tinggal dilakukan pemasangan,” katanya.

Dalam pekerjaan tersebut, tim teknis juga melakukan evaluasi terhadap susunan konstruksi jembatan. Salah satu perubahan dilakukan pada posisi bantalan plat besi yang sebelumnya berada di atas lantai kayu.

Kini, posisi bantalan tersebut diarahkan ke bagian rangka utama jembatan.

Perubahan itu bertujuan agar tekanan kendaraan dapat diterima langsung oleh struktur utama, sehingga lantai kayu tidak cepat mengalami kerusakan.

Berdasarkan rencana pekerjaan, proses rehabilitasi jembatan memiliki waktu pelaksanaan selama 90 hari. Selama pengerjaan berlangsung, akses kendaraan di lokasi tersebut masih ditutup sementara.

Pengerjaan itu ditargkayu

etkan selesai lebih cepat dari batas waktu kontrak agar masyarakat dapat kembali menggunakan akses tersebut. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#konstruksi jembatan #jembatan #kotim #kotawaringin timur