Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Empat Laporan Satwa Liar Masuk BKSDA Sampit Dalam 10 Hari Terakhir

Miftahul Ilma • Selasa, 16 Juni 2026 | 16:00 WIB
Evakuasi hewan dilindungi.BKSDA
Evakuasi hewan dilindungi.BKSDA

SAMPIT-Kemunculan satwa liar di sekitar kawasan permukiman dan perkebunan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) nampaknya meningkat akhir-akhir ini. 

Hal itu menjadi perhatian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit.

Baca Juga: Berpisah Pas Lagi Sayang-sayange, Bayi Orangutan Berpisah dengan Warga yang Jadi “Ibu” Asuhnya

Bagaimana tidak? Dalam 10 hari terakhir, pihak BKSDA mencatat ada empat laporan terkait kemunculan satwa dilindungi berupa orangutan dan beruang madu.

Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah mengatakan, sebagian besar kemunculan satwa terjadi di wilayah yang berdekatan dengan kawasan hutan maupun kebun masyarakat.

“Beberapa laporan yang kami terima berasal dari lokasi yang memang berbatasan dengan habitat satwa. Saat ini kami masih melakukan pemantauan terhadap titik-titik kemunculan tersebut,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).

Salah satu laporan datang dari kawasan Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 18 Sampit. Seekor orangutan jantan dewasa ditemukan berada di sekitar kebun kelapa sawit warga.

Baca Juga: Beruang Madu Muncul di Kebun Warga Kawasan Lingkar Utara Sampit

Menurut Muriansyah, laporan tersebut awalnya disampaikan oleh seorang anggota kepolisian. Setelah itu, petugas melakukan koordinasi dengan masyarakat yang melihat langsung satwa tersebut.

"Warga sedang memancing ikan kemudian melihat orangutan jantan dengan ukuran cukup besar. Satwa itu tidak menyerang atau mengganggu, hanya saja warga merasa khawatir sehingga melapor,” jelasnya.

Petugas kemudian memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mendekati satwa tersebut. Warga juga diminta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan orangutan.

Kemunculan satwa berikutnya dilaporkan terjadi di Desa Luwuk Ranggan, Kecamatan Cempaga. Di lokasi itu, warga menyampaikan adanya aktivitas orangutan dan beruang madu yang masuk ke kawasan kebun.

Muriansyah menyebut, kemunculan tersebut diduga berkaitan dengan kondisi musim buah yang membuat satwa mencari sumber makanan di sekitar kebun warga.

Baca Juga: Tenggiling Seberat 5 Kg Ditemukan di Kebun, Warga Langsung Serahkan ke BKSDA

“Memang ada laporan dari warga terkait satwa yang datang ke kebun. Kami memberikan edukasi agar masyarakat memahami perilaku satwa dan segera melapor apabila kembali muncul,” katanya.

Sementara itu, warga Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga juga melaporkan keberadaan seekor beruang madu. Satwa tersebut terlihat berada di sekitar rumah warga dan memanjat pohon buah.

Kemunculan itu membuat masyarakat sekitar lebih waspada. Menindaklanjuti laporan tersebut, BKSDA berencana melakukan pengecekan lapangan serta memasang alat pemantauan untuk mengetahui aktivitas beruang madu tersebut.

Selain itu, BKSDA juga menerima laporan lain mengenai orangutan yang memasuki area kebun buah milik warga. Lokasi tersebut sebelumnya sudah pernah menjadi perhatian petugas karena berada tidak jauh dari kawasan habitat alami satwa.

Menurut Muriansyah, meningkatnya laporan kemunculan satwa liar merupakan fenomena yang perlu disikapi bersama. Perubahan kondisi lingkungan dan ketersediaan makanan menjadi salah satu faktor satwa mendekati aktivitas manusia.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri ketika menemukan satwa dilindungi.

“Kami minta masyarakat tetap tenang. Jangan menangkap, melukai, maupun mengusir dengan cara yang membahayakan. Segera informasikan kepada petugas agar bisa ditangani sesuai prosedur,” imbuhnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#BKSDA Resort Sampit #beruang madu #orangutan #satwa liar #satwa dilindungi