Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

MoU Pemkab Kotim dan Kemenhub Buka Jalan Putra Daerah Masuk Sekolah Kedinasan Transportasi

Miftahul Ilma • Kamis, 18 Juni 2026 | 14:30 WIB
Bupati Kotim menandatangani kerja sama dengan Kemenhub.(Humas)
Bupati Kotim menandatangani kerja sama dengan Kemenhub.(Humas)

 

SAMPIT – Kesempatan putra daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk menempuh pendidikan di sektor transportasi kini terbuka lebar. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim menjalin kerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Kerja sama yang dilakukan di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026) tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi generasi muda Kotim yang ingin berkarier sebagai tenaga profesional di bidang perhubungan, khususnya melalui jalur pendidikan kedinasan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim, Raihansyah mengatakan, kolaborasi itu merupakan langkah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat lokal yang selama ini memiliki minat di bidang transportasi.

“Ini menjadi upaya agar anak-anak daerah mempunyai peluang yang lebih besar untuk mengikuti pendidikan di bidang perhubungan. Kami ingin potensi generasi muda Kotim bisa tersalurkan,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, kerja sama dengan Kemenhub bukan hal baru. Pemkab Kotim sebelumnya pernah memiliki hubungan serupa, namun program tersebut tidak lagi diperpanjang setelah berakhir 2016.

Setelah beberapa tahun terhenti, Dishub Kotim kembali membuka komunikasi dengan pihak Kemenhub agar peluang pendidikan bagi putra daerah dapat kembali tersedia.

“Kerja sama yang lama pernah ada, tetapi kemudian berhenti. Sekarang kami mencoba mengaktifkan kembali agar kesempatan itu bisa dimanfaatkan masyarakat Kotim,” jelasnya.

Raihansyah menyebut salah satu peluang yang terbuka yakni kesempatan mengikuti pendidikan di Politeknik Transportasi Darat Indonesia–Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI-STTD).

Namun, calon peserta tetap harus melewati seluruh tahapan seleksi yang ditentukan pemerintah. Mulai dari tes berbasis komputer (CAT), pemeriksaan kesehatan, kesamaptaan, hingga tahapan lainnya.

“Tidak ada penerimaan khusus tanpa seleksi. Semua tetap mengikuti aturan yang berlaku. Hanya saja, daerah mendapat perhatian dalam penyediaan kesempatan bagi calon peserta,” katanya.

MoU tersebut ditandatangani Bupati Kotim Halikinnor bersama Kepala BPSDMP Kemenhub Suharto. Selain itu, Pemkab Kotim juga melakukan perjanjian kerja sama dengan Direktur PTDI-STTD Avi Mukti Amin. 

Raihansyah menambahkan, setelah kesepakatan awal tersebut, pihaknya akan melanjutkan pembahasan teknis terkait pelaksanaan program, termasuk mekanisme pengusulan dan tahapan bagi calon peserta dari Kotim.

“Kesepakatan ini baru langkah awal. Selanjutnya kami akan membahas teknisnya agar program ini benar-benar bisa berjalan dan dimanfaatkan masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap kerja sama tersebut mampu melahirkan lebih banyak sumber daya manusia asal Kotim yang memiliki kompetensi di bidang transportasi dan nantinya dapat kembali berkontribusi untuk pembangunan daerah. (*)

Editor : Agus Pramono
#pendidikan transportasi #pemkab kotim kemenhub #kemenhub