Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jalan Desa Soren Kotim Rusak Sejak 1997, Warga Kesulitan Akses Sekolah hingga Angkut Hasil Kebun

Miftahul Ilma • Senin, 22 Juni 2026 | 11:42 WIB
Kondisi Jalan Desa Soren Kecamatan Kota Besi.(Screenshoot video)
Kondisi Jalan Desa Soren Kecamatan Kota Besi.(Screenshoot video)

SAMPIT – Warga Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali menyuarakan keluhan terkait kondisi jalan penghubung utama desa yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.

Kerusakan yang disebut telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu itu dinilai menghambat aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian.

Bagi warga Desa Soren, jalan yang layak masih menjadi harapan yang belum terwujud. Kondisi akses utama menuju desa tersebut hingga kini masih memprihatinkan dan menjadi persoalan yang terus dikeluhkan masyarakat.

Salah seorang warga, Eef Saifullah (26), mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung sangat lama dan belum pernah mendapatkan penanganan yang tuntas. Bahkan, menurutnya, kondisi tersebut sudah terjadi sejak akhir 1990-an.

“Dari dulu kondisi jalan ini tidak pernah benar-benar selesai ditangani. Dari tahun 1997 rusak. Pernah ada alat berat masuk, tapi setelah itu berhenti begitu saja dan tidak berlanjut sampai sekarang,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Menurut Eef, buruknya kondisi jalan tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap berbagai sektor kehidupan. Aktivitas bekerja, mengantar anak ke sekolah, berobat, hingga mengangkut hasil kebun menjadi lebih sulit dan memerlukan biaya tambahan.

Jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Desa Soren dengan Desa Camba dan Desa Simpur. Namun, dibandingkan wilayah sekitar, kondisi infrastruktur di Desa Soren dinilai masih tertinggal.

“Semua aktivitas warga bergantung pada jalan ini. Dari saya kecil sampai punya anak tidak ada progres perbaikan yang berarti,” katanya.

Secara geografis, Desa Soren berada di antara Desa Camba dan Desa Simpur. Jarak menuju Desa Camba sekitar empat kilometer, sedangkan ke Desa Simpur hanya sekitar satu kilometer. Meski relatif dekat, kondisi jalan yang rusak membuat perjalanan menjadi sulit, terutama saat musim hujan.

Karena keterbatasan akses darat, sebagian warga terpaksa menggunakan jalur sungai untuk menuju pusat aktivitas ekonomi maupun layanan publik. Namun, alternatif tersebut dinilai tidak sepenuhnya membantu karena biaya transportasi yang cukup tinggi.

“Kalau lewat sungai memang bisa, tapi ongkosnya cukup berat untuk warga yang penghasilannya dari kebun,” tuturnya.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat turun langsung meninjau kondisi jalan tersebut. Selain itu, masyarakat juga meminta adanya kejelasan mengenai status kewenangan jalan agar proses penanganan tidak terus terhambat oleh persoalan administratif.

“Kami berharap ada kejelasan dan tindakan nyata. Ini kebutuhan dasar warga, bukan sekadar permintaan,” tegasnya.

Masyarakat Desa Soren berharap perbaikan infrastruktur jalan dapat segera direalisasikan karena akses yang memadai dinilai menjadi kunci peningkatan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan warga di wilayah tersebut.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#desa soren #transportasi #kerusakan jalan #layanan kesehatan