Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Seekor Buaya Ditemukan di Desa Padas Kotim, Warga Tetap Diminta Waspada

Miftahul Ilma • Jumat, 10 Juli 2026 | 15:10 WIB
Temuan buaya di Sungai Mentaya.(Facebook)
Temuan buaya di Sungai Mentaya.(Facebook)

SAMPIT – Penemuan seekor buaya di bantaran sungai dekat permukiman warga Desa Padas, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (9/7/2026), mengundang perhatian masyarakat. 

Meski satwa tersebut diduga sudah mati, warga yang bermukim di sekitar aliran sungai tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan buaya liar.

Informasi mengenai penemuan reptil itu menyebar setelah sebuah video beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seekor buaya tampak terbaring di tepian sungai tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan. 

Sejumlah warga bahkan terlihat mendekati hingga menyentuh tubuh satwa tersebut, namun tidak memperoleh respons.

Kepala Pos Sampit Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Muriansyah, mengatakan berdasarkan pengamatan awal, kondisi buaya mengarah pada dugaan bahwa satwa tersebut telah mati sebelum ditemukan masyarakat.

“Sepertinya buaya sudah mati. Tidak menyerang warga saat didekati,” ujarnya, Jumat (10/7/2026). 

Ia menjelaskan, apabila reptil tersebut masih hidup, perilakunya umumnya akan menunjukkan respons terhadap kehadiran manusia, baik dengan menyerang maupun menghindar menuju perairan.

“Kalau buayanya hidup, ada dua kemungkinan. Antara menyerang warga yang mendekati atau menjauh dengan cara menceburkan diri ke sungai,” katanya.

Hasil identifikasi sementara menunjukkan satwa itu merupakan buaya muara dengan panjang sekitar dua meter. Meski demikian, BKSDA mengingatkan bahwa keberadaan satu ekor buaya yang diduga mati tidak berarti kawasan sungai telah aman dari kemunculan reptil lain.

Karena itu, masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar Sungai Mentaya, Sungai Cempaga, dan Sungai Tualan diminta tetap berhati-hati, terutama saat beraktivitas pada malam hari ketika buaya lebih aktif mencari makan.

 

 

“Kami mengimbau warga yang tinggal di tepi Sungai Mentaya, Cempaga dan Sungai Tualan, agar selalu waspada saat beraktivitas di sungai, terutama pada malam hari,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memelihara ternak di bantaran sungai maupun membuang bangkai hewan ke aliran sungai. Kebiasaan tersebut dapat menarik perhatian buaya untuk mendekati kawasan permukiman.

“Jangan memelihara ternak di tepi sungai dan jangan membuang bangkai binatang ke sungai, karena dapat mengundang buaya datang,” imbuhnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#sungai mentaya #reptil #bksda #buaya