Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Balap Liar di Taman Kota Sampit Dikeluhkan Warga

Miftahul Ilma • Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:14 WIB
Para remaja terlibat aksi balapan liar.POLRESTA
Para remaja terlibat aksi balapan liar.POLRESTA

SAMPIT – Aktivitas balap liar yang diduga rutin berlangsung hingga dini hari di kawasan Taman Kota Sampit kembali menuai kritik. Kali ini, keluhan datang dari Pastor Paroki Gereja Katolik Santo Don Bosco Sampit, Pastor Yohanes Kopong Tuan MSF. 

Ia menyebut kebisingan kendaraan mengganggu kenyamanan penghuni pastoran hingga pasien yang menjalani perawatan di Klinik Utama Terpadu Katolik OBOR.

Menurut Pastor Yohanes, suara knalpot dari kendaraan yang digunakan para pembalap liar hampir setiap malam terdengar hingga menjelang subuh. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu ketenangan lingkungan sekitar, tetapi juga berdampak terhadap pasien yang membutuhkan waktu istirahat.

“(Suaranya) mengganggu. Karena kalau kami di pastoran hanya baru bisa tidur sekitar pukul 04.00 subuh. Demikian juga para pasien,” ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

Ia menilai aktivitas yang berulang di kawasan Jalan Yos Sudarso itu menunjukkan penanganan yang belum maksimal. Menurutnya, aparat maupun instansi terkait seharusnya dapat mencegah balap liar sebelum berlangsung setiap malam.

“Polisi dalam hal ini Satlantas dan Dinas Perhubungan lalai dalam menjalankan tugas mereka. Ada pembiaran yang dilakukan. Masa mereka tidak mendengar suara motor racing yang demikian keras,” katanya.

Pastor Yohanes juga menyinggung komitmen pemerintah daerah yang sebelumnya bersepakat agar kawasan Taman Kota tidak lagi dimanfaatkan sebagai arena balapan. Namun, menurutnya, kesepakatan tersebut belum terlihat berjalan efektif.

“Masyarakat butuh istirahat setelah seharian bekerja,” ujarnya.

Ia mengungkapkan masyarakat sebenarnya berharap ada penertiban yang dilakukan secara konsisten sehingga pelaku balap liar tidak kembali memanfaatkan kawasan tersebut. Selama ini, kata dia, keberadaan petugas belum mampu menghentikan aktivitas itu secara permanen.

“Tugas polisi dan dinas terkait melakukan penertiban. Selama ini tidak ada ronda. Polisi datang menggunakan mobil polisi dan setelah polisi pergi, balapan lanjut lagi,” ungkapnya.

 

 

Selain meminta aparat bertindak lebih tegas, Pastor Yohanes mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi anak-anak agar tidak terlibat balap liar yang berisiko menimbulkan kecelakaan.

“Orang tua juga tidak menjalankan peran mereka sebagai orang tua yang baik. Mereka membiarkan anak mereka balapan liar yang berisiko membahayakan diri mereka dan masyarakat lainnya,” imbuhnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#Taman Kota Sampit #kecelakaan #balap liar #satlantas