Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Enam Desa di Bukit Santuai Masuki Tahap Akhir Pemadangan Instalasi Listrik

Miftahul Ilma • Selasa, 14 Juli 2026 | 15:01 WIB
Camat Bukit Santuai, Agus Saptono soal jaringan listrik masuk wilayahnya.(Dok pribadi)
Camat Bukit Santuai, Agus Saptono soal jaringan listrik masuk wilayahnya.(Dok pribadi)

 

SAMPIT – Impian warga di Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kltim) untuk menikmati listrik PLN semakin dekat.

Enam dari 10 desa sasaran program elektrifikasi 2026 telah menuntaskan pembangunan jaringan, dan kini memasuki tahap pemasangan instalasi listrik di rumah-rumah warga.

Camat Bukit Santuai, Agus Saptono, mengatakan dari total 10 desa yang masuk dalam program elektrifikasi tahun 2026, enam desa telah menyelesaikan pembangunan tiang beserta jaringan listrik. Progres tersebut membuat pekerjaan kini berfokus pada penyambungan instalasi ke masing-masing rumah.

“Dari 10 desa yang menjadi kuota program elektrifikasi di Kecamatan Bukit Santuai, enam desa sudah menuntaskan pemasangan tiang dan jaringan listrik. Saat ini pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan instalasi di rumah-rumah warga,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Enam desa yang telah mencapai tahapan tersebut yakni Tumbang Batu, Tumbang Sapia, Tewai Hara, Tumbang Payang, Tumbang Kania, dan Tumbang Getas. Bahkan di Desa Tumbang Batu, seluruh instalasi listrik rumah dilaporkan telah selesai dipasang.

Sementara itu, pembangunan jaringan menuju empat desa lainnya masih terus berlangsung. Desa Tumbang Torung, Lunuk Bagantung, Tumbang Tawan, dan Tumbang Penyahuan masih menunggu penyelesaian pemasangan tiang serta jaringan listrik sebelum masuk ke tahap instalasi rumah.

Agus menjelaskan, percepatan pekerjaan di empat desa tersebut masih dipengaruhi kondisi akses menuju lokasi. Kerusakan jalan dan jembatan menjadi kendala utama dalam proses distribusi tiang listrik yang memiliki ukuran dan beban cukup besar.

“Hambatan terbesar saat ini adalah kondisi jalan dan jembatan yang sudah tidak memadai untuk dilalui kendaraan pengangkut tiang listrik. Hal itu membuat proses pengiriman material ke desa-desa paling ujung membutuhkan waktu lebih lama,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah kecamatan bersama Pemerintah Kabupaten Kotim telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit agar membantu memperbaiki akses transportasi. Dukungan tersebut dinilai sangat membantu kelancaran pembangunan, meski sebagian ruas yang diperbaiki berada di luar area operasional perusahaan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang telah membantu memperbaiki jalan dan jembatan sehingga distribusi material dan pembangunan jaringan listrik tetap dapat berjalan,” ucap Agus.

Ia optimistis seluruh pemasangan tiang listrik di empat desa yang tersisa dapat dirampungkan paling lambat akhir Agustus 2026. Setelah jaringan dan instalasi rumah selesai sepenuhnya, pemerintah bersama PLN akan menetapkan jadwal penyalaan listrik secara resmi.

“Target kami hingga akhir Agustus seluruh pemasangan tiang sudah selesai. Setelah jaringan dan instalasi rumah benar-benar tuntas, kami akan berkoordinasi dengan PLN untuk penjadwalan peresmian penyalaan listrik,” jelasnya.

Agus menambahkan, Kecamatan Bukit Santuai memiliki 14 desa. Empat desa di antaranya telah lebih dulu menikmati layanan listrik PLN, sehingga penyelesaian program elektrifikasi tahun ini diharapkan membuat seluruh desa di kecamatan tersebut memperoleh akses listrik yang lebih andal.(*)

Editor : Agus Pramono
#jaringan listik desa #listik masuk desa #desa teraliri listrik #kecamatan bukit santuai #pln