Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Sejumlah Aspek Bisa Ancam Penerbangan, Bandara Haji Asan Sampit Lakukan Sosialisasi

Miftahul Ilma • Kamis, 16 Juli 2026 | 18:37 WIB
Bandara H Asan sudah akan melayani Super Air Jet. Miftah/kaltengpos.jawapos.com
Bandara H Asan. (Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

SAMPIT – Kesadaran masyarakat terhadap keselamatan penerbangan menjadi perhatian Bandara Haji Asan Sampit. Pasalnya, keselamatan menjadi faktor penting bagi transportasi udara itu. 

Terkait itu, pengelola bandara mengingatkan sejumlah aktivitas yang kerap dianggap sepele, seperti bermain layang-layang hingga munculnya asap di sekitar kawasan bandara, dapat membahayakan operasional pesawat.

Kepala Bandara Haji Asan Sampit, Abdul Haris, mengatakan sosialisasi dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), sekaligus mendukung pengembangan rute penerbangan di Sampit.

“Kami menyosialisasikan aturan terkait keamanan penerbangan, keselamatan, KKOP, sekaligus mendukung peningkatan jaringan rute penerbangan di Sampit,” katanya, Kamis (16/7/2026). 

Kegiatan itu diikuti berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, camat, lurah, ketua RT, tokoh masyarakat, hingga unsur pengamanan bandara. Harapannya, seluruh pihak ikut berperan menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan.

“Harapannya mereka lebih peduli terhadap keselamatan dan keamanan bandara,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, disuguhkan pemahaman mengenai berbagai potensi gangguan penerbangan. Ia menyebut aktivitas seperti bermain layang-layang maupun munculnya asap di sekitar bandara menjadi ancaman yang harus dihindari karena sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Salah satunya layang-layang dan asap. Itu harus dihindari karena sudah ada aturan dan sanksi yang cukup berat bagi pelanggarnya,” bebernya.

Menurutnya, gangguan tersebut memang belum sampai memengaruhi operasional penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit. Namun apabila semakin sering terjadi, dampaknya bisa mengganggu sistem navigasi pesawat.

“Kalau titik-titik gangguan itu semakin banyak, tentu akan berdampak terhadap penerbangan, terutama dari sisi navigasi,” jelasnya.

Bahkan, apabila faktor keselamatan penerbangan sudah tidak dapat dipenuhi akibat gangguan tersebut, pihak bandara tidak akan ragu mengambil langkah penghentian sementara operasional penerbangan.

“Kalau memang membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, ya penerbangannya bisa dibatalkan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Penerbangan (PPI) Curug, Kardi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai regulasi keselamatan penerbangan sekaligus menginventarisasi berbagai kendala yang dihadapi bandara dalam memenuhi standar keselamatan.

“Kami mengedukasi masyarakat mengenai regulasi yang harus dipenuhi bandara. Kendala-kendala yang ditemukan juga akan kami rekap untuk disampaikan kepada regulator,” imbuhnya. (*)

Editor : Agus Pramono
Bandara H Asan keselamatan penerbangan