SAMPIT – Kesembuhan dari penyakit bukan menjadi akhir dari proses pelayanan kesehatan. RSUD dr Murjani Sampit menaruh perhatian besar pada tahap pemulihan pasien melalui layanan rehabilitasi medik, sehingga mereka dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri setelah menjalani perawatan.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr. Yulia Nofiany, mengatakan banyak pasien masih mengalami keterbatasan fungsi tubuh setelah sembuh dari penyakit atau menjalani operasi. Karena itu, rehabilitasi medik menjadi bagian penting untuk mengembalikan kemampuan fisik maupun fungsional pasien.
Baca Juga: RSUD Murjani Sampit Hadirkan Aplikasi Si Penyang, untuk Percepat Penangan Persalinan Berisiko Tinggi
Menurutnya, setiap pasien akan menjalani penilaian kondisi secara menyeluruh sebelum terapi diberikan. Langkah tersebut dilakukan agar program rehabilitasi benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
“Program rehabilitasi kami susun berdasarkan hasil asesmen setiap pasien. Dengan begitu terapi yang diberikan lebih sesuai dengan kondisi mereka sehingga proses pemulihan dapat berlangsung secara maksimal,” ujar Yulia, Rabu (22/7).
Ia menjelaskan, layanan rehabilitasi medik di RSUD dr Murjani meliputi fisioterapi bagi pasien yang mengalami gangguan gerak, terapi wicara untuk mengatasi hambatan berbicara, berkomunikasi maupun gangguan menelan, terapi okupasi guna melatih kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, serta layanan ortotik dan prostetik untuk penyediaan alat bantu sesuai kebutuhan pasien.
Seluruh layanan tersebut dapat dimanfaatkan oleh pasien rawat inap maupun masyarakat yang datang melalui pelayanan rawat jalan. Dengan demikian, proses pemulihan tetap dapat berlanjut meskipun pasien telah menyelesaikan pengobatan utamanya.
Baca Juga: RSUD Murjani Sampit Buka Layanan Cathlab untuk Tangani Pasien Jantung
Untuk menunjang pelayanan tersebut, Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD dr Murjani didukung satu dokter spesialis rehabilitasi medik, 17 fisioterapis, tiga terapis wicara, empat okupasi terapis, serta satu tenaga ortotis-prostetis yang bekerja secara terpadu dalam mendampingi pasien.
Yulia menambahkan, rumah sakit akan terus mengembangkan kualitas layanan rehabilitasi medik agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh.
“Harapan kami, pasien bukan hanya dinyatakan sembuh dari penyakitnya, tetapi juga mampu kembali beraktivitas secara mandiri, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” tutupnya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana