Pemakaman dr Muhammad Zulfikar Drakel Berlangsung Haru, Tangis Sang Kakak Pecah di Depan Pusara

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 10:00 WIB
Prosesi pemakaman almarhum Muhammad Zulfikar Drakel di Sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Prosesi pemakaman almarhum Muhammad Zulfikar Drakel di Sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman dokter Muhammad Zulfikar Drakel di Jalan Jambu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (23/7/2026) sore. Kepergian almarhum diwarnai isak tangis keluarga dan kerabat. 

Usai prosesi pemakaman itu sang kakak, Krisma Drakel, menyampaikan pesan haru usai mengantar adiknya ke tempat peristirahatan terakhir. Dengan suara bergetar, Krisma mengaku bahwa adik yang selama ini dibanggakannya telah berpulang untuk selamanya.

Baca Juga: Dokter Internship Asal Kotim Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Penginapan di Lampung

Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pelayat yang hadir, termasuk rekan-rekan Muhammad Zulfikar Drakel dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang datang memberikan penghormatan terakhir.

Kakak Muhammad Zulfikar Drakel terlihat memeluk foto almarhum.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Kakak Muhammad Zulfikar Drakel terlihat memeluk foto almarhum.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

“Sekarang saya sudah tidak punya adik lagi. Saya mengucapkan terima kasih kepada semuanya yang sudah mengantarkan adik saya ke peristirahatan terakhirnya. Bahkan teman-temannya dari FKUI juga ke sini untuk mengantarkan,” ucapnya.

Di tengah suasana duka, Krisma menegaskan kebanggaannya terhadap sosok sang adik yang semasa hidup dikenal menekuni profesinya sebagai dokter.

“Saya sebagai kakak mengucapkan terima kasih dan sampai saat ini saya masih bangga kepada adik saya,” katanya.

Krisma juga memohon agar masyarakat berkenan memaafkan apabila semasa hidup adiknya pernah melakukan kesalahan, sekaligus mengajak seluruh pihak mendoakan almarhum.

“Mohon kiranya jika ada perkataan adik saya yang salah agar dimaafkan. Kita doakan bersama-sama kepergian adik saya,” ujarnya.

Sebelumnya, dokter Muhammad Zulfikar Drakel ditemukan meninggal dunia di kamar mandi sebuah penginapan di Kota Metro, Lampung. Ia diketahui tengah menjalani program internship di Rumah Sakit Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
muhammad zulfikar drakel fakultas kedokteran universitas indonesia fkui rumah sakit sukadana