Enam Desa Pesisir Kotim Mulai Krisis Air Bersih, Kebutuhan Capai 240 Ribu Liter per Pekan

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:00 WIB
Wabup Kotim Irawati cek penyaluran air bersih.(Humas)
Wabup Kotim Irawati cek penyaluran air bersih.(Humas)

 SAMPIT – Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di wilayah pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Sebanyak enam desa di Kecamatan Teluk Sampit kini mengandalkan bantuan pasokan air bersih dengan total kebutuhan mencapai 240 ribu liter setiap pekan.

Permohonan bantuan telah diajukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim melalui Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mentaya. Penyaluran air bersih kepada warga terdampak sudah berlangsung selama sekitar lima hari terakhir.

Baca Juga: Pemkab Kotim Mulai Distribusikan Air Bersih ke Empat Desa

Kepala Seksi Hukum dan Humas Perumdam Tirta Mentaya, Natalis Daud, mengatakan pihaknya mulai mendistribusikan air setelah menerima usulan resmi dari Kecamatan Teluk Sampit.

“Permohonan bantuan air bersih sudah kami terima dari Kecamatan Teluk Sampit untuk sejumlah desa yang saat ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).

Berdasarkan data Perumdam, Desa Lampuyang menjadi wilayah dengan kebutuhan terbesar, yakni sekitar 70 ribu liter air bersih per minggu untuk melayani 975 kepala keluarga (KK).

Sementara itu, Desa Kuin Permai membutuhkan 45 ribu liter bagi 300 KK, disusul Desa Regei Lestari dengan kebutuhan 40 ribu liter untuk 320 KK. 

Kemudian Desa Basawang mengusulkan 35 ribu liter untuk 300 KK, Desa Parebok memerlukan 30 ribu liter bagi 200 KK, sedangkan Desa Ujung Pandaran mengajukan 20 ribu liter untuk memenuhi kebutuhan 350 KK.

Natalis menjelaskan, Perumdam Tirta Mentaya berupaya memenuhi seluruh permintaan tersebut meski kemampuan distribusi masih bergantung pada armada yang tersedia.

Saat ini, penyaluran dilakukan setiap hari dengan volume sekitar 15 ribu liter, atau setara tiga kali pengangkutan menggunakan mobil tangki berkapasitas 5 ribu liter.

Menurutnya, keterbatasan jumlah armada menjadi kendala utama sehingga distribusi belum dapat dilakukan lebih cepat ke seluruh desa yang membutuhkan.

“Kalau ada armada lain yang bisa membantu pengangkutan untuk penyaluran air bersih ini, kami siap menyediakan airnya,” katanya.

Di sisi lain, Natalis memastikan kapasitas produksi air Perumdam Tirta Mentaya masih dalam kondisi aman.

Dengan kemampuan produksi mencapai 230 liter per detik, pasokan dinilai tetap mampu memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus mendukung distribusi bantuan air bersih selama musim kemarau.

Ia berharap penyaluran bantuan dapat terus berlangsung hingga kondisi kembali normal, sehingga masyarakat di kawasan pesisir tetap memperoleh akses terhadap air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. (*)

Editor : Agus Pramono
air bersih kotim musim kemarau kotim krisis air bersih