PLN Sampit: Pemadaman Bergilir di Kotim Merata, Kantor Bupati hingga DPRD Ikut Dipadamkan

Agus Pramono • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 15:44 WIB
DPRD Kotim saat melangsungkan RDP dengan PLN  ULP Sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
DPRD Kotim saat melangsungkan RDP dengan PLN ULP Sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

SAMPIT – Pemadaman bergilir kembali terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) tak terkecuali Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Pemadaman listrik dengan durasi hingga enam jam itu terjadi hampir di seluruh wilayah.  

PT PLN (Persero) ULP Sampit mengatakan pemadaman bergilir bahkan menyasar kantor pemerintahan. Kebijakan itu dilakukan sebagai dampak gangguan pada pembangkit listrik yang hingga kini masih dalam proses perbaikan.

Kepala PLN ULP Sampit, Raditya Fahmi Bachtiar, menyampaikan PLN tidak hanya memadamkan listrik di kawasan permukiman. Tetapi juga di berbagai fasilitas pemerintahan agar beban pengurangan daya dibagi secara adil.

Baca Juga: Ini Penjelasan GM PLN Kalselteng Soal Pemadaman Bergilir yang Kembali Terjadi di Kalsel dan Kalteng

“Pemadaman yang terjadi ini sudah merata, terutama di Kotawaringin Timur. Seluruh lini juga mengalami pemadaman. Bahkan kantor DPRD kami padamkan, kantor bupati, Polres, dan Kodim juga padam,” ujarnya, usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Kotim, Selasa (28/7/2026).

Meski demikian, PLN tetap memberikan pengecualian terhadap fasilitas kesehatan. Rumah sakit tidak masuk dalam daftar pemadaman bergilir. Hal itu karena tempat tersebut menjadi objek vital yang harus terus mendapatkan pasokan listrik.

“Kecuali satu yang kami tidak padamkan adalah rumah sakit. Karena memang salah satu objek vital yang paling penting adalah rumah sakit. Itu juga menjadi konsen kami bagaimana menjaga sistem agar tidak sampai terjadi blackout,” bebernya. 

Ia menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan pasokan listrik yang masih berlangsung. 

Diriny mengakui kondisi tersebut dipicu terganggunya pembangkit sehingga memaksa PLN melakukan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir.

“Kami dari PT PLN Persero yang pertama-tama mohon maaf terkait dengan apa yang terjadi. Memang pembangkit yang ada saat ini mengalami gangguan sehingga menyebabkan pemadaman bergilir, terutama di Kabupaten Kotawaringin Timur,” katanya. 

Menurut Raditya, PLN saat ini fokus mempercepat perbaikan pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi pembangkit ditargetkan mulai kembali optimal pada Agustus 2026.

“Mudah-mudahan apa yang sudah disampaikan dalam rapat hari ini menjadi komitmen kami untuk perbaikan berkelanjutan,” imbuhnya.(*)

Editor : Agus Pramono
rpd dprd kotim pln pemadaman bergilir