Antrean BBM di SPBU Sampit Dikeluhkan Warga, Bupati Kotim Akan Panggil Pertamina

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 17:44 WIB
Halikinnor
Halikinnor

 SAMPIT – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam beberapa hari terakhir banyak dikeluhkan warga. 

Terkait itu, pemerintah daerah akan segera memanggil pihak Pertamina untuk mengetahui penyebab pasti berkurangnya pasokan BBM sekaligus mempertimbangkan usulan penambahan kuota apabila memang diperlukan.

Halikinnor mengatakan antrean yang terjadi mengindikasikan adanya ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan BBM. Menurutnya, musim kemarau membuat konsumsi bahan bakar meningkat, terutama untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung hampir setiap hari.

Baca Juga: Jam Sibuk dan Pemadaman Bergilir Pemicu Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Kota Palangka Raya

“Antrean ini kan pasti pasokan yang kurang. Pasokan kurang, sementara kebutuhan kemarau ini biasanya kebutuhan meningkat. Kenapa meningkat? Kita saja biasanya tidak ada upaya pemadaman api, tapi sekarang ikut pemadaman api pasti butuh BBM,” katanya., Senin (3/8/2026). 

Selain kebutuhan armada pemadam kebakaran, Halikinnor menilai aktivitas masyarakat yang meningkat saat musim kemarau juga ikut memengaruhi konsumsi BBM. Salah satunya berasal dari para pekerja tambang emas tradisional yang memerlukan bahan bakar untuk operasional.

“Dan kebanyakan juga pekerja itu khususnya kerja mendulang emas itu kan butuh BBM. Nah, itu mungkin salah satu penyebabnya. Di sisi lain, pasokannya juga kemungkinan terpengaruh karena musim kemarau,” ujarnya.

Meski demikian, Halikinnor mengaku belum dapat memastikan akar persoalan tersebut. Ia menduga terdapat kendala teknis pada distribusi BBM. Sehingga pemerintah daerah akan meminta penjelasan langsung dari pihak Pertamina.

“Kalau saya secara umumnya melihatnya, itu mungkin entah karena tengkernya terhambat atau apa. Biasanya ada kendala yang membuat pasokan BBM itu berkurang, atau memang kebutuhan kita meningkat seperti yang saya katakan tadi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebutuhan BBM untuk mendukung penanganan karhutla juga mengalami lonjakan signifikan. Armada BPBD maupun pemadam kebakaran kini harus beroperasi setiap hari untuk memadamkan titik-titik api yang terus bermunculan.

“Yang kita BPBD aja biasanya santai aja kecuali ada kebakaran. Nah, ini kan karena karhutla otomatis setiap hari itu harus memadamkan dan butuh BBM,” ucapnya.

Terkait kemungkinan penambahan kuota BBM untuk Kotim, Halikinnor mengatakan langkah tersebut belum diajukan. Pemkab akan lebih dulu menggelar pertemuan dengan pihak Pertamina guna mengetahui penyebab antrean sebelum mengambil langkah lanjutan.

“Belum (rencana penambahan kuota). Kita ingin panggil dulu Kepala Pertaminanya. Apa masalahnya? Kalau memang kuotanya berkurang, kita akan ajukan tambahan kuota sebagaimana kebutuhan,” tukasnya. (*)

Editor : Agus Pramono
antrean spbu antrean isi bbm Bupati Kotim Halikinnor spbu sampit