SAMPIT-Sebuah rumah di belakang SDN 3 Ketapang, Jalan Haji Imran, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terbakar pada Jumat (7/8/2026) siang.
Rumah tersebut merupakan milik warga bernama Aran yang sedang ditinggal kosong saat kejadian.
Ia mengaku saat itu sedang berada di rumah anaknya di Kecamatan Baamang.
“Lagi di rumah anakku di Baamang (saat kejadian),” ujarnya.
Aran mengaku tidak ada kompor yang menyala di rumahnya saat ditinggalkan. Rumah tersebut dihuni oleh empat orang, yakni dirinya, istri, dan anak-anaknya.
Akibat kejadian itu, harta benda serta tabungannya ludes terbakar.
“Habis uang tabungan di bawah ranjang itu gosong. Ada di dalam blek,” bebernya.
Sementara itu, salah seorang warga, Supriadi, mengaku langsung panik saat kebakaran terjadi.
Sebelum petugas pemadam kebakaran datang, warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
“Lagi nongkrong di depan gang, tiba-tiba ada asap. Saya kira bakar sampah saja, ternyata kebakaran. Posisi rumahnya kosong,” katanya.
Ia mengaku sempat mendengar dentuman saat kejadian. Dentuman tersebut diduga berasal dari tabung gas elpiji yang berada di dalam rumah.
“Ada ledakan gas. Kemungkinan dua kali. Warga langsung seadanya memadamkan api. 15 menit kemudian pemadam datang,” imbuhnya.
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun total kerugian akibat peristiwa tersebut.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Petugas gabungan berhasil memadamkan api. (*)
Editor : Ayu Oktaviana