SAMPIT – Kabut asap yang muncul di sejumlah kawasan Kota Sampit dalam beberapa hari terakhir mulai menjadi perhatian kepolisian. Hal itu karena dapat mengurangi jarak pandang pengguna jalan.
Kondisi tersebut membuat pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintas pada pagi hari ketika asap cenderung lebih pekat.
Kasat Lantas Polres Kotawaringin Timur (Kotim) AKP Hariyanto mengatakan keselamatan harus menjadi prioritas pengendara ketika kondisi jalan mulai tertutup kabut asap. Pengguna sepeda motor diminta tidak memaksakan diri apabila jarak pandang sudah terganggu.
“Untuk rekan-rekan pengguna jalan, khususnya sepeda motor, kami mengingatkan agar tetap berhati-hati. Asap dari karhutla terkadang sudah masuk ke kawasan kota, sehingga kondisi jalan perlu menjadi perhatian,” katanya, Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga: Kabut Asap Kembali Selimuti Sampit Pada 8 Agustus 2026
Menurutnya, pengendara perlu menyesuaikan kecepatan dengan kondisi lingkungan. Ketika pandangan ke depan terbatas, menjaga jarak aman dan memastikan kendaraan mudah terlihat menjadi hal penting untuk mencegah kecelakaan.
AKP Hariyanto juga mengingatkan masyarakat mengenai dampak asap terhadap kesehatan.
Warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan asap.
“Kalau beraktivitas di luar, masyarakat juga kami imbau menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat asap,” ujarnya.
Ia menambahkan, perjalanan yang tidak mendesak sebaiknya ditunda apabila kabut asap sedang dalam kondisi tebal. Langkah tersebut dinilai lebih aman dibandingkan memaksakan perjalanan ketika jarak pandang pengendara sudah terbatas.
Untuk menjaga arus lalu lintas tetap aman, Satlantas Polres Kotim tetap menempatkan personel di sejumlah titik yang membutuhkan pengaturan.
Penjagaan dilakukan mengikuti jadwal, termasuk pada jam-jam padat pagi, sore dan malam.
Jika kondisi asap semakin mengganggu jarak pandang, personel akan mendapat penyesuaian tugas di lapangan.
Petugas juga dilengkapi masker dan sarana penerangan agar keberadaannya dapat dikenali pengendara.
Baca Juga: Waspada! Inilah 5 Bahaya Kabut Asap bagi Kesehatan
“Ketika kondisi di lapangan kurang bersahabat, personel akan kami turunkan dengan perlengkapan yang diperlukan, termasuk masker dan alat penerangan supaya petugas tetap terlihat oleh pengguna jalan,” jelasnya.
Ia meminta pengendara tidak mengabaikan arahan petugas, terutama ketika melintasi ruas jalan yang sedang dilakukan pengaturan akibat kondisi kabut asap.
“Kami berharap masyarakat mengikuti setiap petunjuk petugas di lapangan. Yang paling utama, setiap orang bisa berangkat dengan selamat dan kembali ke rumah dengan selamat,” pungkasnya. (*)
Editor : Agus Pramono