Awal Pekan Ini, Ratusan Hotspot Terpantau di Kotim Dalam 24 Jam

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 10:18 WIB
Pemadaman karhutla di Kotim.(BPBD)
Pemadaman karhutla di Kotim.(BPBD)

 

SAMPIT – Jumlah hotspot di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Dari data yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Haji Asan Sampit, Senin (10/8/2026), jumlah titik hotspot dalam 24 jam terakhir mencapai 237 titik.

Kemunculan hotspot itu sebanding dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kotim. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, hingga Sabtu (8/8/2026), tercatat 373 hektare lahan terbakar.

Agustus menjadi periode yang mendapat perhatian khusus. Dalam sepekan pertama bulan ini saja, tercatat 740 hotspot. Jumlah tersebut melonjak dibandingkan Juli yang berada pada angka 290 titik.

Baca Juga: BTT Cair Rp3 Miliar, Wagub Kalteng Pastikan Penanganan Karhutla Terus Berjalan

Di sisi lain, tingginya deteksi hotspot beriringan dengan intensitas penanganan karhutla oleh Satgas. Sampai 8 Agustus, petugas telah menangani 203 kejadian kebakaran dengan total luasan mencapai 373,87 hektare.

Mentawa Baru Ketapang menjadi wilayah dengan lahan terbakar paling luas, yakni sekitar 92 hektare. Selanjutnya Baamang dengan 85,67 hektare dan Pulau Hanaut mencapai 82,65 hektare.

Dengan masih tingginya kemunculan hotspot, kewaspadaan terhadap karhutla dinilai perlu dipertahankan. Sebab, sebagian titik panas berpotensi berkembang menjadi kebakaran apabila kondisi lahan kering dan faktor pendukung lainnya terpenuhi. (*)

Editor : Agus Pramono
hotspot karhutla kotim bpbd kotim