SAMPIT – RSUD dr Murjani Sampit mulai mengandalkan sistem digital untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan pelayanan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap keselamatan pasien. Inovasi tersebut diwujudkan melalui DIGI-CARE (Digital Informasi Complain, Adverse Event dan Real-time Evaluation).
Sistem ini dirancang agar informasi mengenai keluhan pasien, kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan pasien, hingga hasil evaluasi pelayanan dapat dihimpun dalam satu mekanisme yang lebih terstruktur.
Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan RSUD dr Murjani Sampit, dr. Anggun Iman Hernawan, mengatakan penerapan DIGI-CARE menjadi bagian dari upaya rumah sakit membangun pelayanan yang lebih responsif dan terukur.
“Melalui DIGI-CARE, informasi mengenai keluhan, insiden keselamatan pasien, dan capaian indikator pelayanan dapat dikumpulkan dalam satu sistem sehingga lebih mudah dipantau dan ditindaklanjuti,” ujarnya, Kamis (13/8).
Menurutnya, digitalisasi tersebut juga memberikan keuntungan dalam pengelolaan data. Setiap informasi yang masuk dapat dicatat dan terdokumentasi sehingga rumah sakit memiliki bahan yang lebih kuat untuk melakukan analisis serta menentukan langkah perbaikan.
Dengan pola tersebut, persoalan pelayanan diharapkan tidak berhenti pada tahap pelaporan. Informasi yang diterima menjadi bahan bagi unit terkait untuk melakukan evaluasi dan menentukan tindakan korektif.
Namun, keberhasilan sistem tersebut bergantung pada keterlibatan seluruh bagian di lingkungan rumah sakit. Pemahaman petugas terhadap mekanisme pelaporan dan penggunaan sistem menjadi hal yang terus diperkuat melalui sosialisasi.
Dr Iman menilai penerapan teknologi di rumah sakit seharusnya tidak sekadar menggantikan pencatatan konvensional dengan sistem elektronik. DIGI-CARE diarahkan untuk membentuk pola kerja yang lebih terbuka, terukur, dan saling terhubung antarpelayanan.
Ia berharap keberadaan sistem tersebut mampu mempercepat rumah sakit dalam mengenali persoalan sekaligus mendorong perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.
“Intinya, setiap informasi yang masuk harus menghasilkan tindak lanjut. Dengan begitu, evaluasi tidak berhenti menjadi catatan, tetapi benar-benar menjadi dasar untuk memperbaiki pelayanan,” imbuhnya.(bah/kpg)
Editor : Ayu Oktaviana