SAMPIT – Pengguna Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) harus bersiap mengubah rute perjalanan. Sebagian ruas jalan tersebut direncanakan ditutup secara permanen karena pembangunan dan perpanjangan area landasan Bandara Haji Asan Sampit.
Penutupan jalan berkaitan dengan rencana pembangunan pagar di sisi barat bandara atau area runway 13 yang dibiayai melalui APBN 2026 Kementerian Perhubungan.
Wakil Bupati Kotim Irawati mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan yang biasa melintas dari Sampit menuju Palangka Raya maupun sebaliknya, mulai menyesuaikan perjalanan dengan rencana perubahan akses tersebut.
Pemerintah telah menyiapkan jalur pengganti melalui Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto – Jalan Ir. Soekarno (Lingkar Utara) – kembali ke Jalan Cilik Riwut.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan dengan rute Sampit–Palangka Raya, agar dapat menyesuaikan perjalanan dan menggunakan jalur alternatif,” katanya, Kamis (13/8/2026).
“Perubahan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pembangunan dan pengembangan Bandara Haji Asan Sampit, sekaligus meningkatkan konektivitas serta pelayanan transportasi di Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujarnya.
Ia meminta pengguna jalan memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti jalur yang telah diarahkan. Masyarakat juga diminta memahami bahwa pengalihan tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan infrastruktur transportasi di daerah.
“Saya memohon pengertian dan kerja sama seluruh masyarakat untuk memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti jalur yang telah diarahkan demi kelancaran dan keselamatan bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim Raihansyah mengatakan, penutupan ruas Jalan Cilik Riwut akan dilakukan seiring dengan pembangunan pagar kawasan bandara. Pekerjaan pagar disebut akan dimulai dari sisi dalam terlebih dahulu.
“Seiring dengan adanya pemagaran sebelah barat bandara (runway 13) dana APBN 2026 Kemenhub RI masuk pada pendanaan UPBU Bandara H. Asan Sampit. Rencananya bulan November, sesuai hasil rapat dengan bandara dan kontraktor pekerjaan pagar dimulai dari dalam terlebih dahulu,” katanya saat dikonfirmasi Kaltengpos.jawapos.com.
Menurut dia, waktu penutupan jalan diperkirakan beriringan dengan dimulainya pekerjaan tersebut. Ruas Jalan Cilik Riwut nantinya tidak hanya ditutup sementara selama proses pembangunan, tetapi menjadi bagian dari kawasan bandara sehingga penutupannya bersifat permanen.
“Diperkirakan bulan tersebut (penutupan jalannya). Dan jalan itu ditutup permanen seiring dengan Jalan Jaksa Agung diperbaiki,” imbuhnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana