SAMPIT – Sebanyak 38.261 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akan menerima bantuan pangan (Banpang) berupa beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap penerima mendapatkan total 30 kilogram beras sekaligus atau jatah tiga bulan.
Jumlah penerima kali ini bertambah 507 keluarga dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebanyak 37.754 penerima. Perluasan tersebut berkaitan dengan perubahan cakupan data penerima dari desil 1-2 menjadi desil 1-4.
Asisten Manager Pengadaan dan Operasi Bulog Kotim, Agung Sudarmanto, mengatakan masing-masing penerima memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan. Karena penyaluran dilakukan sekaligus untuk tiga bulan, bantuan yang diterima mencapai 30 kilogram per KPM.
“Untuk periode Juli, Agustus, September ini penerimanya bertambah dari yang periode sebelumnya 37.754 penerima, sekarang menjadi 38.261 penerima bantuan atau penerima manfaat,” katanya, Rabu (19/8/2026).
Ia menjelaskan, perluasan penerima manfaat tersebut sudah mulai diterapkan sejak alokasi Februari-Maret. Data yang digunakan kini mencakup masyarakat dalam desil 1 hingga desil 4.
“Yang sebelumnya dari desil 1-2, nah sekarang dari Februari-Maret maupun Juli, Agustus, September ini menggunakan data desil 1 sampai dengan desil 4,” ujarnya.
Disalurkan Sampai Pelosok
Bantuan pangan tersebut tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi akan didistribusikan ke seluruh desa dan kelurahan di Kotim, termasuk kawasan pelosok.
Untuk memastikan bantuan sampai ke titik penyaluran, Bulog menggandeng PT Jasa Prima Logistik sebagai penyedia jasa angkutan. Transporter tersebut bertugas membawa beras dari gudang Bulog hingga kantor desa atau kelurahan.
“Kita bekerja sama dengan PT Jasa Prima Logistik sebagai penyedia jasa angkutannya. Jadi mereka yang bertugas menyalurkan dari gudang Bulog sampai dengan kelurahan atau kantor desa se-Kabupaten Kotawaringin Timur,” jelas Agung.
Setelah tiba di desa atau kelurahan, KPM wajib mengambil bantuan di kantor desa atau kelurahan. Untuk penerima normal, masyarakat cukup membawa KTP dan Kartu Keluarga.
Penyaluran Ditargetkan Rampung Pertengahan September
Agung memastikan penyaluran dilakukan secara bertahap. Untuk wilayah perkotaan, distribusi perdana bahkan telah dimulai sejak 14 Agustus 2026, salah satunya di Kelurahan Mentawa Baru Ketapang.
Sementara kegiatan yang berlangsung di Taman Kota Sampit merupakan penyaluran secara simbolis. Sebanyak 20 KPM menerima bantuan secara simbolis, sedangkan penerima lainnya diarahkan mengambil bantuan di Kelurahan Mentawa Baru Hulu.
“Fokus hari ini sebenarnya simbolis dari Bapak Bupati. Jadi di taman ini kita 20 penerima KPM, nanti sisanya itu langsung di Kelurahan MB Hulu,” katanya.
Bulog menargetkan seluruh proses penyaluran bantuan untuk periode tersebut selesai paling lambat pertengahan September.
“Target penyaluran kita maksimalkan sampai dengan pertengahan September kita selesaikan,” tegasnya.
Setelah penyaluran di kawasan kota, distribusi akan dilanjutkan secara bergantian menuju wilayah hulu. Agung menyebut pengiriman ke daerah-daerah tersebut dijadwalkan mulai dilakukan pada pekan berikutnya.
“Nanti kita selang-seling. Jadi setelah kota, habis ini minggu depan kita sudah langsung ke daerah-daerah hulu. Jadi kita segera kirimkan,” ujarnya.
Di luar bantuan pangan, Bulog juga menyediakan sejumlah komoditas pangan untuk masyarakat. Stok yang disiapkan antara lain 1 ton beras Punokawan dan 1 ton beras SPHP.
Kedua jenis beras tersebut dibanderol Rp60.000 per sak/karung. Bulog juga menyediakan 1.200 liter Minyakita dengan harga Rp15.700 per liter.
Masyarakat juga dapat membeli paket berisi 3 liter Minyakita dan 5 kilogram beras seharga Rp124.000. (*)
Editor : Ayu Oktaviana