SAMPIT — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandar Udara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (22/8/2026).
Pesawat Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU350 rute Jakarta-Sampit terpaksa melakukan Return to Base (RTB) atau kembali ke bandara asal setelah asap menghalangi area persiapan pendaratan di Bandara Haji Asan.
Kondisi tersebut juga berdampak pada penerbangan sebaliknya, yakni IU351 rute Sampit-Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 14.50 WIB. Penerbangan tersebut akhirnya dibatalkan.
Dalam pers rilis yang disampaikan humas bandara, keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan utama keselamatan penerbangan.
“Penerbangan Super Air Jet IU350 rute Jakarta-Sampit mengalami Return to Base (RTB), terhalang asap di area persiapan pendaratan Bandar Udara H. Asan,” demikian keterangan dalam rilis tersebut.
Penerbangan IU351 yang seharusnya membawa penumpang dari Sampit menuju Jakarta pada siang hari terpaksa dibatalkan menyusul kondisi tersebut.
“Keputusan diambil dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan,” bunyi rilis tersebut.
Pihak maskapai juga menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang atas pembatalan dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kondisi tersebut.
Kabut asap yang mengganggu penerbangan menjadi salah satu dampak nyata karhutla yang tengah terjadi di Kotim. Kondisi jarak pandang di sekitar bandara menjadi faktor penting dalam menentukan kelayakan pesawat untuk melakukan pendaratan maupun lepas landas. (*)
Editor : Agus Pramono