Selisih Harga Pertamax dan Pertalite Picu Antrean BBM, Hiswana Migas Bantah Ada Permainan

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:36 WIB
Ketua DPD Hiswana Migas Sampit, Axcel Afriando Narang.
Ketua DPD Hiswana Migas Sampit, Axcel Afriando Narang.

 SAMPIT – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam sebulan terakhir dinilai tidak semata-mata disebabkan persoalan pasokan. 

Ketua DPD Hiswana Migas Sampit, Axcel Afriando Narang, menyebut perbedaan harga Pertamax dan Pertalite serta meningkatnya kebutuhan masyarakat turut memicu antrean. Pertamax sendiri mengalami kenaikan harga beberapa waktu lalu. 

Di tengah kondisi tersebut, Axcel juga membantah adanya permainan di tingkat SPBU yang menyebabkan antrean panjang dan kelangkaan BBM di sejumlah titik.

“Kalau kita lihat tadi dari hasil rapat, pasokan dari Pertamina dipastikan cukup. Dan juga tadi disampaikan bahwa over kuota pun sudah melebihi dari kuota sebelumnya,” katanya, usai rapat bersama Komisi II DPRD Kotim, Rabu (26/8/2026) lalu.

Baca Juga: Pertamina Klaim Stok BBM Aman, Padahal Antrean SPBU di Kotim Panjang Bahkan Stok Habis

Menurutnya, ketika pasokan disebut mencukupi, antrean yang terjadi perlu dilihat dari sisi meningkatnya konsumsi masyarakat.

Terlebih, terdapat selisih harga yang cukup besar antara Pertamax dan Pertalite sehingga mendorong sebagian konsumen beralih menggunakan BBM bersubsidi.

“Mungkin terjadinya antrean ini ya pasti memang adanya panic buying daripada masyarakat. Kemudian juga adanya perbedaan harga yang cukup besar antara Pertamax dan Pertalite,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap Pertalite meningkat. Di sisi lain, antrean juga mulai terjadi pada SPBU yang menyediakan Pertamax.

Baca Juga: DPRD Kotim Bentuk Satgassus untuk Atasi Masalah Antrean BBM Subsidi

Axcel mengatakan Hiswana Migas telah mendorong Pertamina untuk menambah suplai BBM ke Kotim guna mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

“Kami sudah melakukan maksimal, meminta supaya penambahan kuota di Kabupaten Kotawaringin Timur agar masyarakat terpenuhi mendapatkan BBM Pertalite dan juga BBM Pertamax,” tegasnya.

Sorotan terhadap antrean panjang SPBU turut memunculkan dugaan adanya permainan dalam penyaluran BBM. Namun, Axcel memastikan pihaknya tidak melihat adanya permainan tersebut.

Sebagai organisasi yang menaungi pengusaha migas mitra Pertamina, ia menyebut SPBU telah berupaya maksimal melakukan penjualan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau kami lihat sih tidak ada (permainan) ya. Karena SPBU sudah cukup maksimal mendistribusikan penjualan BBM tersebut,” katanya.

Axcel menjelaskan, persoalan di lapangan lebih berkaitan dengan pola distribusi dan waktu kedatangan mobil tangki. Berdasarkan hasil rapat, Pertamina menyampaikan pengiriman dilakukan berdasarkan prioritas kebutuhan wilayah.

Pada pagi hari, distribusi disebut lebih difokuskan ke SPBU dalam kota. Sementara pengiriman ke wilayah pinggiran dilakukan setelahnya.

“Pertamina menyampaikan pada pagi hari mereka fokus di kota dulu, baru sore hari mengirim ke pinggiran,” jelasnya.

Ia berharap penambahan suplai yang telah diminta kepada Pertamina dapat segera direalisasikan.

Dengan begitu, kebutuhan masyarakat terhadap Pertalite maupun Pertamax dapat terpenuhi dan antrean panjang di SPBU Kotim bisa dikurangi. (*)

Editor : Agus Pramono
harga pertamax antrean spbu hiswana migas sampit pertalite