SAMPIT – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menempatkan sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah dalam kondisi pencemaran udara ekstrem.
Dalam pemantauan Sabtu (29/8/2026) pagi, 7 dari 10 daerah dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tertinggi di Indonesia berada di wilayah Bumi Tambun Bungai.
Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi salah satu wilayah dengan kondisi paling mengkhawatirkan. Berdasarkan data ISPUNet yang dipantau sekitar pukul 07.30 WIB, nilai ISPU di Kotim mencapai 607 dengan PM10 sebagai parameter pencemar dominan.
Angka tersebut menempatkan Kotim pada urutan ketiga secara nasional, di bawah Kota Palangka Raya yang mencatat ISPU 7.389 dan Kabupaten Katingan dengan angka 1.151. Ketiga wilayah itu sama-sama berada dalam kategori berbahaya.
Baca Juga: 1.782 Kasus Karhutla, 70.470 Warga Kalteng Kena ISPA
Berikut 10 wilayah dengan ISPU tertinggi di Indonesia berdasarkan pemantauan Sabtu pagi:
1. Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah – ISPU 7.389 (PM10), berbahaya.
2. Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah – ISPU 1.151 (PM10), berbahaya.
3. Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah – ISPU 607 (PM10), berbahaya.
4. Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat – ISPU 477 (PM2,5), berbahaya.
5. Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah – ISPU 447 (PM10), berbahaya.
6. Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah – ISPU 363 (PM2,5), berbahaya.
7. Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah – ISPU 218 (PM2,5), sangat tidak sehat.
8. Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan – ISPU 213 (PM2,5), sangat tidak sehat.
9. Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah – ISPU 208 (PM2,5), sangat tidak sehat.
10. Kabupaten Kampar, Riau – ISPU 173 (PM2,5), tidak sehat.
Dominasi Kalimantan Tengah dalam daftar nasional menunjukkan bahwa dampak karhutla masih meluas. Selain Palangka Raya, Katingan, dan Kotim, daerah lain dari Kalteng yang masuk 10 besar adalah Gunung Mas, lap kesehatan masyarakat.(*)
Editor : Agus Pramono