Orangutan di Sampit Terjebak di Atas Pohon Saat Lahan Gambut Terbakar

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 16:59 WIB
Orangutan terjebak di atas lahan terbakar.(Warga)
Orangutan terjebak di atas lahan terbakar.(Warga)

 

SAMPIT – Seekor orangutan terlihat terjebak di atas pohon di kawasan Hutan Kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (2/9/2026).

Satwa dilindungi tersebut belum dapat turun karena kondisi lahan gambut di bawahnya baru dilanda kebakaran dan masih mengeluarkan asap.

Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan keberadaan orangutan itu baru berhasil dipastikan sekitar pukul 14.00 WIB.

Petugas kemudian segera melaporkan temuan tersebut ke BKSDA Pangkalan Bun untuk mendatangkan tim rescue ke Sampit.

Baca Juga: BKSDA Selamatkan Anak Orangutan dari Seruyan

“Kami lapor ke Pangkalan Bun dan tim rescue luncuran ke Sampit. Tapi kemungkinan antara pukul 08.00 atau pukul 09.00 malam baru datang,” ujarnya saat dihubungi Kaltengpos.jawapos.com.

Lokasi orangutan tersebut berada di kawasan Hutan Kota Sampit, tepatnya di ujung Jalan Sawit Raya atau Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 6, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. 

Baca Juga: Orangutan yang Terjebak di Tengah Lahan Terbakar di Sampit Ternyata Memeluk Anaknya

Saat ini petugas tetap berada di lokasi untuk mengawasi keberadaan satwa tersebut agar tidak berpindah sebelum tim rescue tiba.

Baca Juga: Artis Sherina Turun Langsung Padamkan Karhutla di Palangka Raya

Menurut Muriansyah, orangutan tersebut masih bertahan di atas pohon. Kondisi tanah di bawahnya menjadi salah satu kendala evakuasi karena merupakan lahan gambut bekas terbakar yang masih berasap.

“Kondisi berasap (tanahnya). Bekas terbakar, dan ini kan gambut, makanya berasap,” jelasnya.

Meski belum bisa memastikan ada atau tidaknya luka pada tubuh orangutan, Muriansyah menyebut satwa tersebut masih terlihat aktif dan bergerak. Kondisinya tidak tampak lemas, namun tetap bertahan di pohon.

“Kalau bagian tangan dan kakinya apakah luka atau apa, kami belum tahu. Tapi kondisinya bunyi, aktif. Kami mendekat, dia gerak-gerak. Tapi tetap di pohon terus,” ujarnya.

Dari pengamatan sementara, hanya satu ekor orangutan yang terlihat di lokasi. Muriansyah memperkirakan satwa tersebut berjenis kelamin betina, meski kepastian lebih lanjut masih menunggu proses pemeriksaan oleh tim rescue.

Petugas berencana kembali menyiapkan alat penerangan apabila proses evakuasi berlangsung hingga malam.

Tim BKSDA Resort Sampit pun terus melakukan pemantauan untuk memastikan orangutan tidak berpindah dari lokasi sebelum penyelamatan dilakukan.

“Kami tetap pantau sampai sore, sampai mulai gelap. Nanti kalau sudah gelap kami ambil alat penerangan, kemudian kembali lagi. Tim rescue diperkirakan malam, antara pukul 08.00 atau 09.00,” pungkasnya. (*)

Editor : Agus Pramono
orangutan terjebak orangutan terdampak karhutla karhutla kotim