Induk dan Anak Orangutan Terjebak Karhutla Dievakuasi BKSDA dan OFI Menjalani Pemeriksaan Kesehatan

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 07:54 WIB
Induk dan anak orangutan Terjebak karhutla diperiksa kondisinya.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)
Induk dan anak orangutan terjebak karhutla diperiksa kondisinya.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)

SAMPIT – Induk dan anak orangutan yang dievakuasi dari tengah kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (2/9/2026) malam, dipastikan dalam kondisi baik.

Tim medis dari Orangutan Foundation International (OFI) tidak menemukan adanya luka bakar maupun cedera pada tubuh kedua satwa dilindungi tersebut. Meski sempat terpapar asap kebakaran, kondisi keduanya masih cukup baik dan aktif.

Staf Medis OFI, Dokter Hewan (drh) Ichlasul Khaerul, mengatakan kondisi induk dan anak orangutan tersebut terus dipantau setelah berhasil dievakuasi dari atas pohon di kawasan lahan gambut yang terbakar.

Orangutan terjebak karhutla di Sampit.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)
Orangutan terjebak karhutla di Sampit.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)

 

“Alhamdulillah, sampai saat ini setelah kami melakukan evakuasi, evaluasi dan observasi terhadap orangutan yang kami rescue, kondisinya masih terlihat baik,” katanya.

Menurut dia, kondisi orangutan di lokasi sebelum proses evakuasi juga menunjukkan tanda yang positif. Berdasarkan pemantauan petugas BKSDA di lapangan, kedua orangutan tersebut masih aktif dan memberikan respons.

Baca Juga: Orangutan di Sampit Terjebak di Atas Pohon Saat Lahan Gambut Terbakar

“Dari laporan dan koordinasi dengan BKSDA, sebelum kami tiba orangutan itu masih aktif dan juga masih memberikan respons. Sehingga dari kondisi fisiknya masih terbilang baik,” ujarnya.

Ia mengakui kedua orangutan tersebut kemungkinan besar telah terpapar asap akibat kebakaran lahan di sekitar lokasi. Namun, paparan asap tersebut dinilai belum menimbulkan gangguan berat.

“Daerah sekitar ada beberapa lokasi yang terkena dampak kebakaran, tentunya asapnya juga memberikan efek kepada orangutan. Namun dari kondisinya tidak begitu parah, masih tergolong rendah,” bebernya.

Ia mengatakan tingkat paparan berat biasanya akan terlihat dari perubahan aktivitas satwa. Orangutan yang mengalami gangguan serius akibat asap kemungkinan akan tampak lemas dan tidak responsif.

“Kalau kondisinya parah, dia pasti akan lemas, mungkin tidak akan memberikan respons yang aktif. Tapi saat proses evakuasi, kondisinya tidak seperti itu,” jelasnya.

Tim medis juga tidak menemukan luka pada tubuh kedua orangutan tersebut. luka bakar, peluru, luka terbuka, atau benturan dari patahan pohon

Dari pemeriksaan awal, induk orangutan yang berhasil dievakuasi diperkirakan berusia sekitar 20 tahun. Sementara anaknya diperkirakan masih berusia sekitar satu tahun.

Meski kondisi fisik keduanya terlihat baik, tim medis tetap mengambil sejumlah sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sampel darah dan rambut telah berhasil dikumpulkan untuk mengetahui kondisi kesehatan kedua orangutan secara lebih mendalam.

“Memang ada kemungkinan dehidrasi, tapi tidak separah itu. Kami sudah mengambil sampel darah, sampel rambut, dan mengupayakan mengambil sampel feses,” ujarnya.

Dari observasi awal, kondisi tubuh kedua satwa tersebut masih normal. Tidak ditemukan tanda-tanda kekurangan nutrisi yang parah.

Baca Juga: Orangutan yang Terjebak di Tengah Lahan Terbakar di Sampit Ternyata Memeluk Anaknya

“Dari sejauh ini observasi yang kami lakukan, dari lingkar perut dan rongga dada semuanya terlihat baik. Tidak ada tulang yang sangat kelihatan jelas, jadi semuanya kondisinya baik,” katanya.

Setelah dievakuasi dari lokasi kebakaran, kedua orangutan akan dibawa ke BKSDA SKW II di Pangkalan Bun untuk pemeriksaan lanjutan.

Sampel darah yang telah diambil akan diuji di laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi salah satu dasar penentuan langkah selanjutnya terhadap induk dan anak orangutan itu.

“Selanjutnya nanti dari sampel darah yang kami ambil, kita akan periksa ke lab. Setelah ada hasil, sekiranya hasil darahnya baik, kami akan mungkin lanjutkan dengan translokasi berdasarkan lokasi yang ditentukan dari pihak BKSDA,” pungkasnya. (*)

Editor : Agus Pramono
orangutan terjebak karhutla orangutan dan anaknya ofi bksda orangutan