Hujan Diperkirakan Masih Minim, Kotim Hadapi Risiko Karhutla hingga Akhir September

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 19:36 WIB
Kondisi ruas jalan di Sampit tergenang usai hujan deras.Miftah/kaltengpos.jawapos.com
Kondisi ruas jalan di Sampit tergenang usai hujan deras.Miftah/kaltengpos.jawapos.com

SAMPIT – Peluang terjadinya hujan dalam jumlah besar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diperkirakan masih rendah sepanjang September 2026.

Kondisi ini membuat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai dalam beberapa pekan ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit memprakirakan probabilitas curah hujan lebih dari 100 milimeter di wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, berada di bawah 10 persen selama tiga dasarian pada September 2026.

Baca Juga: BMKG Prakirakan Potensi Hujan di Kotim Masih Minim

Prakiraan tersebut berlaku untuk periode 1-10 September, kemudian 11-20 September, hingga 21-30 September 2026.

“Peluang curah hujan lebih dari 100 milimeter pada dasarian I hingga III September 2026 di wilayah Kalimantan Tengah berada di bawah 10 persen,” demikian informasi BMKG dalam rilis cuaca dan titik panas Kotim, Jumat (4/9/2026).

BMKG juga mengingatkan kondisi cuaca pada 4-5 September berpotensi meningkatkan kemudahan terjadinya kebakaran di hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Sejumlah area gambut termasuk kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun karena api dapat lebih mudah berkembang di tengah kondisi lahan yang semakin kering.

Situasi tersebut turut tercermin dari jumlah titik panas yang terpantau di Kotim. Dalam pemantauan selama 24 jam, tercatat 631 hotspot yang tersebar di sembilan kecamatan.

Sebanyak 93 titik di antaranya memiliki tingkat kepercayaan lebih dari 80 persen.

Kecamatan Teluk Sampit mencatat jumlah hotspot terbanyak, yakni 142 titik. Setelah itu, Kecamatan Pulau Hanaut dengan 94 titik dan Mentaya Hilir Utara sebanyak 71 titik.

BMKG menilai kombinasi antara rendahnya peluang hujan, kondisi yang mendukung kemudahan terjadinya kebakaran, serta masih munculnya titik panas perlu menjadi perhatian selama September.

Selain risiko meluasnya kebakaran, masyarakat juga diingatkan terhadap dampak penurunan kualitas udara yang dapat terjadi akibat asap. Warga dianjurkan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. (*)

Editor : Agus Pramono
hujan di kotim potensi hujan kalteng kapan hujan turun hujan prakiraan bmkg