Pasutri Asal Sampit yang Hilang dalam Musibah KM Virgo Diduga Terjebak di Kamar VIP

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 14:00 WIB
Pasutri asal Sampit jadi korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam.(Dok keluarga)
Pasutri asal Sampit jadi korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam.(Dok keluarga)

 

SAMPIT – Dua pasangan suami istri (Pasutri) asal Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Helianto (55) dan Novika Liana (43), hingga Senin (14/9/2026) masih belum diketahui keberadaannya setelah menjadi penumpang KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) dini hari.

Keduanya tercatat dalam manifes penumpang kapal yang hingga kini masih menjadi bagian dari operasi pencarian dan pertolongan (SAR) tim gabungan.

Baca Juga: Dua Warga Sampit Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Sang Anak Ceritakan Kronologinya

Kerabat korban, Wahito Fajriannoor, mengungkapkan Helianto sempat mengirimkan video amatir yang memperlihatkan denah dan posisi kamar yang mereka tempati sebelum kapal berangkat.

Berdasarkan video tersebut, kamar keduanya berada di bagian atas kapal. Kamar tersebut disebut merupakan kelas VIP dan berada di bagian depan kapal, tepatnya kamar 002.

“Informasi terakhir kemarin yang kami dapat sebelum berangkat, dari anak beliau juga mengonfirmasi bahwa korban ini di kelas VIP, kelas yang mungkin tertinggi, di kamar 002,” kata Wahito, Senin (14/9/2026).

Menurut Wahito, dari video yang dikirimkan korban, posisi kamar diduga berada di bagian paling depan kapal dan kemungkinan berada di lantai tiga.

“Mungkin kalau dilihat dari video yang sempat dikirimkan oleh beliau, posisi kamarnya paling depan mungkin, dari kapal itu. Kemungkinan di lantai 3 kalau tidak salah,” ujarnya.

Posisi kamar tersebut kini menjadi perhatian keluarga. Pasalnya, berdasarkan video yang diterima, akses menuju area terbuka di sekitar kamar dinilai cukup terbatas sehingga dikhawatirkan menyulitkan proses penyelamatan apabila terjadi keadaan darurat.

Baca Juga: Saat KM Virgo Kondisi Miring, Pasutri Asal Sampit Sempat Telepon Anak dan Minta Doa Agar Selamat

“Kalau dari video, memang minim untuk menyelamatkan diri. Karena kita lihat di pinggir-pinggir itu tidak ada area terbuka. Kemungkinan harus memutar kembali untuk keluar daripada area kapal itu sendiri,” ungkapnya.

Kekhawatiran keluarga semakin besar setelah komunikasi terakhir dengan korban. Sekitar pukul 02.00 WITA, Helianto sempat menghubungi anaknya dan mengabarkan kondisi kapal sudah dalam keadaan miring.

Komunikasi tersebut menjadi kontak terakhir keluarga dengan korban. Setelah itu, Helianto dan Novika Liana tidak lagi dapat dihubungi hingga saat ini.

“Jam 2 malam itu, korban ini sempat menelpon dan menyatakan bahwa kondisi kapal pada jam 2 malam itu miring,” katanya.

“Komunikasi terakhir saat yang menelepon anak yang paling bungsu untuk minta doa itu, itu kontak terakhir katanya. Setelah itu sudah tidak bisa dihubungi sama sekali sampai saat ini,” lanjut Wahito.

Baca Juga: Update Pencarian KM Virgo Transport 8 Hari Ini: 108 Selamat, 6 Meninggal, 129 Masih Dicari

Mendapat kabar tersebut, keluarga kemudian berupaya mencari informasi mengenai keberadaan keduanya.

 Anak korban yang saat ini berada di Banjarmasin bahkan langsung menuju Pelabuhan Trisakti untuk mendapatkan informasi terbaru terkait proses pencarian dan evakuasi.

“Sampai pagi ini masih belum ada (kabar). Tapi kami tetap berupaya mencari keterangan, mencari kejelasan dari pihak tim Basarnas yang memang saat ini bekerja keras dalam mencari korban-korban lainnya,” ujarnya.

Keluarga mengaku berusaha menerima apa pun hasil dari operasi pencarian. Namun, kepastian mengenai keberadaan Helianto dan Novika Liana menjadi hal yang paling dinantikan.

“Kalau kami siap menerima apa pun hasilnya. Yang penting kami tahu kejelasan bagaimana kondisi keluarga kami pada saat ini,” pungkasnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
Virgo Transport 8 Pelabuhan Trisakti Banjarmasin basarnas