SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan menelusuri informasi terkait dua warga daerah tersebut yang diduga menjadi penumpang KM Virgo Transport 8 yang mengalami musibah di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, informasi yang diterima pemerintah daerah menyebut terdapat dua warga Kotim yang diduga menjadi korban, yakni pasangan suami istri yang disebut berasal dari wilayah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
Baca Juga: Pasutri Asal Sampit yang Hilang dalam Musibah KM Virgo Diduga Terjebak di Kamar VIP
Irawati mengatakan, apabila informasi tersebut benar, Pemkab Kotim akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan maupun Basarnas untuk mengetahui perkembangan pencarian.
“Saya sudah menginstruksikan kepada Dinas Sosial untuk mencari tahu keluarganya. Kalau memang itu adalah masyarakat kita, tentunya kita akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kalimantan Selatan untuk bagaimana sampai mana pencarian tersebut,” ujarnya, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, kepastian identitas dan keberadaan korban tetap perlu diverifikasi. Meski demikian, Irawati berharap proses pencarian memberikan kabar baik bagi keluarga.
“Jadi kita berdoa saat ini mudah-mudahan ada kabar baiklah. Mudah-mudahan beliau selamat, intinya suami istri tersebut,” ucapnya.
Irawati menegaskan pemerintah daerah akan segera melakukan koordinasi apabila kedua orang yang dikabarkan menjadi korban tersebut telah dipastikan sebagai warga Kotim.
Baca Juga: Saat KM Virgo Kondisi Miring, Pasutri Asal Sampit Sempat Telepon Anak dan Minta Doa Agar Selamat
“Setelah ini saya akan langsung koordinasi dengan Dinas Sosial dan Basarnas Kabupaten Kotawaringin Timur tentunya,” katanya.
Ia menjelaskan, proses pencarian dan pertolongan di laut pada prinsipnya menjadi kewenangan Basarnas. Namun, pemerintah daerah tetap dapat membantu melalui koordinasi dan penelusuran informasi apabila terdapat warganya yang menjadi korban.
“Biasanya kan kita kerja sama dengan Basarnas. Kalau Basarnas itu biasanya dia 15 hari pencarian. Apabila sudah lewat dari itu dia tidak akan melakukan pencarian lagi. Itu kalau di air,” jelasnya.
Musibah KM Virgo Transport 8 sendiri menjadi perhatian setelah kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dilaporkan mengalami kondisi darurat di tengah laut Jawa. Hingga berita ini ditulis, tim masih mencari lebih dari 100 penumpang yang dinyatakan hilang. (*)
Editor : Ayu Oktaviana