Krisis Air Melanda, Pemuda Tani Kotim Kerahkan Armada Distribusi ke Pelosok

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 18:01 WIB
Pemuda Tani Kotim turut bantu salurkan air bersih.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)
Pemuda Tani Kotim turut bantu salurkan air bersih.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)

 

SAMPIT – Krisis air bersih di sejumlah wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat bantuan harus mencari cara untuk menjangkau permukiman yang sulit didatangi mobil tangki. 

Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kotim mengerahkan lima armada pikap yang dilengkapi tandon dan mesin pompa untuk mengantar air bersih langsung ke desa-desa yang membutuhkan pada Kamis (17/9/2026). 

Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kotim Muhamad Abdul Rasid mengatakan, armada tersebut sengaja diarahkan ke kawasan yang aksesnya sulit bagi kendaraan tangki milik Perumdam Tirta Mentaya maupun instansi lainnya.

Baca Juga: Krisis Air Bersih di MHS Kotim, PDAM Sungai Lepeh Tak Bisa Dikonsumsi

“Berkat dukungan beberapa pihak, hari ini ada lima armada yang kami operasikan untuk membantu penyaluran air bersih. Kami secara khusus menjangkau ke kawasan-kawasan yang sulit dimasuki mobil tangki air milik Perumdam atau instansi lain,” katanya, Jumat (18/9/2026). 

Menurut Rasid, bantuan tersebut merupakan respons atas kesulitan air bersih yang dialami masyarakat akibat kemarau panjang.

Sejumlah sumur warga mulai mengering, sementara sumber air sungai berubah menjadi payau akibat masuknya air laut.

Kondisi serupa juga berdampak pada pasokan air dari instalasi pengolahan air Perumdam Tirta Mentaya.

Air baku yang bersumber dari sungai di wilayah selatan tidak lagi layak digunakan untuk konsumsi karena telah terpengaruh intrusi air laut.

Akibatnya, warga yang tidak lagi memiliki cadangan air hujan terpaksa membeli air bersih dari pedagang yang masuk ke desa-desa.

Armada yang lebih kecil dan fleksibel sengaja dipilih agar distribusi diharapkan dapat menjangkau warga yang belum tersentuh bantuan.

Penyaluran dilakukan dengan berkoordinasi bersama camat dan kepala desa. Langkah tersebut untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang kondisi persediaan air bersihnya sudah kritis.

Baca Juga: 40 Ribu Liter Air Didistribusikan ke Wilayah Selatan Kotim, Bantuan Terus Berlanjut Selama Warga Mem

Bantuan ini merupakan kerja sama Pemuda Tani dengan pemerintah daerah, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (DCKTRP) Kotim serta Perumdam Tirta Mentaya, dengan dukungan Bupati Kotim Halikinnor.

Penyaluran air menggunakan armada pikap menjadi solusi sementara selama krisis air masih berlangsung.

Pemerintah daerah menyiapkan langkah jangka panjang agar persoalan serupa tidak terus berulang ketika musim kemarau datang.

Warha berharap hujan segera turun sehingga ketergantungan masyarakat terhadap bantuan air bersih dapat berkurang. Ia juga berharap kondisi tersebut segera pulih agar aktivitas pertanian masyarakat kembali berjalan normal.

“Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat. Kita doakan semoga hujan segera turun sehingga kebutuhan air bersih bisa terpenuhi serta masyarakat juga bisa bertani dengan baik dan hasilnya maksimal,” harapnya. (*)

Editor : Agus Pramono
kotim kemarau pemuda tani krisis air bersih distribusi air bersih pemkab kotim