SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merencanakan pembangunan permanen Jembatan Kapten Mulyono pada tahun depan. Pembangunan jembatan tersebut saat ini memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) setelah studi kelayakan atau feasibility study (FS) selesai dilaksanakan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dinar Tistama mengatakan, pembangunan permanen Jembatan yang dikenal dengan jembatan patah itu masih dalam tahap perencanaan.
“Iya, rencananya begitu (dibangun permanen). Biayanya ini masih dalam proses perencanaan. Kemarin FS-nya sudah kita laksanakan, kemudian sekarang kita sedang proses perencanaan untuk DED-nya,” katanya, Senin (28/9/2026).
Ia mengatakan, nilai pembangunan jembatan tersebut belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil perencanaan teknis secara detail. Namun, estimasi sementara berada di kisaran Rp7 miliar hingga Rp8 miliar.
“Kalau nilainya kisarannya saya belum bisa memastikan, tapi kurang lebih Rp7 sampai Rp8 miliar. Saya tidak tahu nanti kalau pada waktu anggarannya naik lagi. Ini masih estimasi sementara karena kita masih menunggu Detail Engineering Design,” ujarnya.
Jembatan yang akan dibangun tersebut dirancang sebagai jembatan permanen. Adapun kapasitas tonase akan mengikuti ketentuan jalan kabupaten di Kotim.
Mentana menjelaskan, ruas jalan kabupaten di Kotim memiliki Muatan Sumbu Terberat (MST) sebesar 8 ton. Karena itu, kapasitas jembatan juga akan mengikuti standar tersebut.
“Untuk jalan kabupaten itu 8 ton. Kita mengikuti jalan kabupaten. Jalan kabupaten kita ini memang MST-nya 8 ton, begitu pula jembatannya,” jelasnya.
Saat ini, proses DED masih berjalan dan menjadi tahapan penting untuk menentukan desain teknis sekaligus kebutuhan biaya pembangunan jembatan secara lebih pasti. (*)
Editor : Ayu Oktaviana