Pembangunan Jembatan Kayu di Sampit Diproyeksikan Menelan Anggaran Rp1,6 Miliar

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 17:08 WIB
Rp1,6 miliar untuk mengganti jembatan kayu lama di Jalan Walter Condrat, Kecamatan Baamang.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)
Rp1,6 miliar untuk mengganti jembatan kayu lama di Jalan Walter Condrat, Kecamatan Baamang.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan dana sekitar Rp1,6 miliar untuk mengganti jembatan kayu lama di Jalan Walter Condrat, Kecamatan Baamang.

Infrastruktur tersebut direncanakan dibangun dengan konstruksi permanen.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan pekerjaan tersebut kini memasuki tahapan pengadaan barang dan jasa.

Menurutnya, proses pengadaan diharapkan segera bergerak ke tahap pelaksanaan sehingga pembangunan fisik dapat dimulai dalam waktu dekat.

“Sekarang masih berjalan pada tahapan PBJ. Kalau prosesnya sesuai rencana, dalam waktu dekat pekerjaan sudah bisa mulai dilaksanakan,” katanya, Sabtu (3/10/2026).

Jembatan yang saat ini berdiri di lokasi tersebut nantinya tidak sekadar diperbaiki. Struktur kayu lama akan dibongkar dan digantikan bangunan baru menggunakan box culvert dengan tiga bukaan.

Konsep tersebut dipilih untuk tetap menunjang aliran air di bawah jembatan sekaligus memberikan akses yang lebih baik bagi kendaraan yang melintas di Jalan Walter Condrat.

“Untuk penggantinya nanti menggunakan box culvert tiga lubang,” ujarnya.

Pembangunan ini dilakukan menyusul kondisi jembatan lama yang telah berusia cukup tua.

Bagian lantainya juga sudah mengalami perubahan kondisi sehingga permukaannya tidak lagi rata dan selama ini menjadi perhatian pengguna jalan.

Meski pelaksanaan proyek dilakukan menjelang akhir tahun anggaran, pemerintah daerah masih menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan pada 2026.

Perhitungan teknis yang telah dilakukan menjadi dasar keyakinan bahwa waktu pengerjaan masih mencukupi.

Mentana memastikan pembangunan tidak akan digeser ke tahun berikutnya. Dinas teknis telah menghitung kebutuhan waktu pengerjaan dengan mempertimbangkan bentuk konstruksi yang akan dibuat.

“Dari perhitungan yang kami lakukan, waktunya masih memungkinkan untuk menyelesaikan pekerjaan sampai akhir tahun,” imbuhnya. (*)

Editor : Agus Pramono
anggaran pembangunan jembatan jembatan kayu pemkab kotim