Gubernur Agustiar Sabran Janji Bangun Kembali SMAN 1 Cempaga yang Terbakar Tahun Ini

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 17:15 WIB
Gubernur Agustiar Sabran meninjau SMAN 1 Cempaga yang terbakar.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)
Gubernur Agustiar Sabran meninjau SMAN 1 Cempaga yang terbakar.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)

SAMPIT – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memastikan pembangunan kembali sejumlah fasilitas SMAN 1 Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang terbakar akan dilakukan tahun ini. 

Pemerintah Provinsi Kalteng memilih bergerak cepat agar aktivitas belajar mengajar sekitar ratusan siswa tidak terganggu terlalu lama.

Agustiar menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung kondisi SMAN 1 Cempaga, Sabtu (3/10/2026) sore.

Ia mengakui pemerintah provinsi sempat terlambat turun ke lokasi, namun kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk menunda penanganan.

“Kami agak terlambat (ke lokasi). Tapi tidak ada kata terlambat. Ini memang suatu kewajiban kami,” katanya. 

Dalam peninjauan tersebut, Agustiar menerima laporan mengenai sejumlah fasilitas yang terdampak kebakaran.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat tiga bagian yang perlu segera dibangun kembali, yakni ruang kelas, aula dan kantor.

“Untuk kelas tiga, aula, sama kantor satu. Jadi tiga tempat,” ujarnya.

Agustiar mengatakan, jumlah siswa SMAN 1 Cempaga yang mencapai sekitar 270 orang menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk segera melakukan pembangunan. Ketersediaan ruang belajar dinilai harus segera dipastikan agar proses pendidikan tetap berjalan.

“Dari jumlah muridnya 270 siswa. Kami hitung-hitung juga kalau kelas yang ada ini kayanya kurang. Makanya akan segera kami bangun,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kalteng menargetkan pembangunan fasilitas yang terbakar dapat dilaksanakan pada 2026.

Agustiar menilai kondisi pascakebakaran membutuhkan respons cepat, sehingga proses pembangunan tidak harus menunggu penganggaran pada tahun berikutnya.

“Iya, 2026 ini. Situasi genting begini, harus kita gerak cepat. Kalau kita menunggu harus dianggarkan lagi, kapan lagi membangunnya,” jelasnya.

Menurut Agustiar, persoalan teknis pembangunan selanjutnya dapat dikoordinasikan oleh pihak terkait. Yang terpenting, pemerintah segera mengambil langkah agar kebutuhan sekolah pascakebakaran dapat ditangani.

“Itu kan tinggal teknis di mereka saja. Saya rasa bisa,” pungkasnya. (*)

Editor : Agus Pramono
sman 1 cempaga sman 1 cempaga kebakaran agustiar sabran