Bupati Kotim Ingin Menyulap Pasar Blauran di Sampit Seperti di Melbourne Australia

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 15:00 WIB
Pasar blauran di Kotim akan disulap seperti pasar blauran di Melbourne.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com- tripadvisor)
Pasar blauran di Kotim akan disulap seperti pasar blauran di Melbourne.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com- tripadvisor)

SAMPIT – Pasar Blauran di Sampit, yang selama ini identik dengan wajah pasar lama ingin disulap Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menjadi kawasan yang lebih menarik. Bahkan berkonsep seperti pasar tradisional di Melbourne, Australia.

Halikinnor menyebut, pasar tradisional di Melbourne mampu dikemas menjadi daya tarik wisata. Karena itu, ia ingin konsep serupa diterapkan di Pasar Blauran dengan mempertahankan bangunan lama tetapi mempercantik kawasan melalui penataan lampu, food court dan berbagai fasilitas pendukung.

“Kalau kita lihat di Australia, di Melbourne itu, justru pasar tradisional bisa dikemas, bisa jadi ciri khas daerah itu, jadi kunjungan wisata,” katanya, Senin (5/10/2026).

Rencana tersebut kini sedang disusun melalui kolaborasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dinas Perhubungan. Halikinnor bahkan berharap penataan Pasar Blauran dapat diresmikan bertepatan dengan Hari Jadi Kotim. 

Pasar blauran di Kotim akan disulap seperti pasar blauran di Melbourne.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com- tripadvisor)
Pasar blauran di Kotim akan disulap seperti pasar blauran di Melbourne.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com- tripadvisor)

“Pasar Blauran itu karena kita tahu itu lama, kita pertahankan. Tapi kita desain lampunya, kita bentuk bagaimana itu supaya jadi sesuatu yang menarik,” ujarnya.

Konsep tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Sebab, mengubah pasar lama menjadi kawasan yang diklaim memiliki nuansa seperti pasar tradisional Melbourne bukan sekadar mengganti lampu atau menambah food court. 

Pasar harus benar-benar hidup, tertata dan mampu menarik masyarakat untuk datang. Bukan hanya menjadi proyek penataan fisik.

Halikinnor mengatakan, pemanfaatan kawasan secara lebih optimal juga diharapkan dapat mengurangi ruang bagi aktivitas yang mengganggu ketertiban.

“Mudah-mudahan, karena dengan begitu jadi bisa termanfaatkan. Otomatis kriminal itu bisa hilang. Paling tidak, tidak di situlah dia,” katanya.

Ia menegaskan konsep penataan Pasar Blauran masih dalam tahap penyusunan. Sejumlah program dan bentuk kawasan masih dibahas sebelum nantinya direalisasikan.

“Ini sedang kita susun programnya. Mudah-mudahan di hari jadi itu bisa sekaligus kita resmikan secara resmi,” pungkasnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
Pasar Blauran food court pasar tradisional