SAMPIT – Seekor buaya terlihat di kawasan Jalan Iskandar, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Senin (5/10/2026) dini hari.
Hewan reptil itu diperkirakan memiliki panjang sekitar dua meter. Buaya tersebut terlihat saat sejumlah warga berada di sekitar sungai.
Kemunculan satwa tersebut diketahui sekitar pukul 01.00 WIB. Warga yang melihatnya memilih mengamati dari jarak aman sambil merekam pergerakannya menggunakan kamera ponsel.
Dalam rekaman yang beredar, buaya tampak berenang di dekat tepian sungai. Pada momen tertentu, bagian kepalanya terlihat berada di permukaan air dengan sesuatu di bagian mulutnya. Belum diketahui apa yang sedang dimakan reptil tersebut.
Menariknya, sebagian warga yang menyaksikan kemunculan buaya itu menyebutnya dengan istilah datuk. Sebutan tersebut dikenal di kalangan masyarakat setempat untuk merujuk pada hewan yang dianggap memiliki unsur keramat atau sesepuh.
Warga yang berada di lokasi pun terdengar saling mengingatkan agar tidak melakukan tindakan yang dapat memancing reaksi satwa tersebut. Setelah beberapa saat berada di sekitar lokasi, buaya kemudian bergerak menjauh dari tempat warga berkumpul.
Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, Muriansyah, telah mengetahui video kemunculan buaya tersebut. Dari ciri fisik yang terlihat dalam rekaman, satwa itu diduga merupakan buaya muara atau Crocodylus porosus dengan ukuran sekitar dua meter.
Menurut Muriansyah, aktivitas buaya muara perlu diwaspadai terutama pada malam hari. Pada waktu tersebut, satwa cenderung aktif mencari makanan sehingga keberadaannya dapat lebih dekat dengan lokasi aktivitas manusia di perairan.
“Kalau beraktivitas di sungai pada malam hari, masyarakat sebaiknya meningkatkan kewaspadaan. Jangan mengambil risiko ketika melihat buaya,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).
Peringatan juga ditujukan kepada warga yang rumahnya berada tepat di sisi Sungai Mentaya. Pemilik ternak, khususnya yang menempatkan kandang ayam atau hewan peliharaan di belakang rumah, diminta tidak mengabaikan kondisi sungai ketika air sedang pasang.
Menurut dia, kenaikan permukaan air dapat membuat buaya bergerak mendekati tepian, termasuk kawasan di bawah rumah panggung, untuk mencari mangsa.
Kemunculan buaya di sekitar perairan Sampit sendiri bukan kejadian yang baru dilaporkan. Sebelumnya, BKSDA Pos Sampit juga menerima informasi mengenai keberadaan buaya di Sungai Mentawa, kawasan muaranya yang terhubung dengan Sungai Mentaya, serta wilayah sekitar PT Sampit.
Muriansyah meminta masyarakat tidak mencoba mendekati satwa tersebut apabila kembali terlihat. Buaya juga tidak boleh dikejar, diberi makan, apalagi sengaja dipancing untuk mendekat.
“Bagi warga yang tengah memancing atau melakukan kegiatan lain di sungai, terutama pada malam hari, langkah paling aman adalah segera menjauh apabila menemukan keberadaan buaya dan melaporkannya kepada pihak terkait,” bebernya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana