SAMPIT – Di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), perhatian terhadap kesehatan masyarakat menjadi hal yang tidak kalah penting.
Paparan asap dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan.
Kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi para relawan dan personel yang harus tetap berada di lapangan untuk menangani karhutla.
Merespons kondisi tersebut, PT Sukajadi Sawit Mekar (SSM) menyalurkan bantuan oksigen dan perlengkapan kesehatan ke Rumah Oksigen PSC (Public Safety Center) 119 Sampit dan Rumah Oksigen Kodim 1015/Sampit, Kamis (1/10/2026).
Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat maupun petugas yang membutuhkan dukungan pernapasan selama kondisi kualitas udara masih terdampak asap.
Senior Manager Humas PT SSM, Susanto Fitriadi, mengatakan penanganan karhutla bukan hanya mengenai bagaimana api dapat segera dipadamkan, tetapi juga bagaimana masyarakat tetap terlindungi dari dampak yang ditimbulkannya.
“Di tengah kondisi seperti ini, kesehatan masyarakat menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, selain terus mendukung upaya penanganan dan pemadaman karhutla, kami juga ingin membantu masyarakat yang terdampak, khususnya dari sisi kesehatan,” ujar Susanto.
Menurut Susanto, keberadaan fasilitas rumah oksigen diharapkan dapat memberikan pertolongan awal bagi masyarakat maupun relawan yang mengalami keluhan pernapasan akibat paparan asap.
“Harapannya, bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat maupun para relawan yang membutuhkan. Ketika ada yang mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan oksigen, mereka memiliki tempat yang bisa dituju untuk mendapatkan pertolongan awal,” katanya.
Ia menambahkan, dalam situasi seperti saat ini, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dari berbagai pihak. Perusahaan, pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk mengurangi dampak karhutla.
“Penanganan karhutla memang menjadi prioritas dan upaya pemadaman terus kami jalankan. Namun, di saat yang sama, kita juga perlu melihat dampaknya kepada masyarakat. Kesehatan mereka tidak boleh luput dari perhatian.” ujar Susanto.
Dukungan PT SSM tersebut mendapat apresiasi dari Kodim 1015/Sampit. Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan melalui Pasi Ops Kodim 1015/Sampit Kapten Inf Syahidin mengatakan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, dibutuhkan untuk memperkuat penanganan karhutla sekaligus melindungi masyarakat dari dampaknya.
“PT Sukajadi Sawit Mekar sangat serius membantu dengan potensi yang mereka miliki. Tidak hanya dalam pemadaman melalui regu pemadam kebakaran, peralatan hingga helikopter water bombing, tetapi juga memberikan oksigen dan masker untuk Rumah Oksigen Kodim 1015/Sampit. Ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Syahidin.
Bantuan yang disalurkan terdiri atas tiga set oksigen medis tabung kecil lengkap dengan isi, regulator dan troli, 100 buah O2 mask dewasa, serta lima kotak masker KN95.
Perlengkapan tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, relawan, maupun personel TNI yang berada di lapangan selama menjalankan tugas penanganan karhutla.
Syahidin berharap dukungan dan kolaborasi antara Kodim 1015/Sampit dengan pihak perusahaan dapat terus diperkuat, sehingga penanganan karhutla dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Ke depan, saya berharap sinergi dan kolaborasi antara Kodim 1015/Sampit dan pihak perusahaan terus diperkuat. Mari bersama-sama kita jaga Kabupaten Kotim agar tetap aman, masyarakatnya sehat, dan terhindar dari bencana karhutla,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi. Menurutnya, bantuan oksigen dan perlengkapan kesehatan dari PT SSM dapat membantu mendukung operasional Rumah Singgah Oksigen PSC 119 Sampit, terutama bagi masyarakat yang mengalami keluhan sesak atau gangguan pernapasan akibat paparan asap.
“Kami berterima kasih dan mengapresiasi PT SSM atas bantuan oksigen dan peralatan kesehatan lainnya untuk Rumah Singgah Oksigen PSC 119 Sampit. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi pertolongan awal bagi warga yang membutuhkan bantuan pernapasan sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan,” ujar Umar.
Ia menilai keterlibatan perusahaan dalam penanganan dampak karhutla menunjukkan adanya kepedulian dan dukungan terhadap upaya pemerintah melindungi masyarakat.
“Partisipasi seperti ini menunjukkan kepedulian dan dukungan pihak perusahaan dalam membantu pemerintah menangani karhutla beserta dampaknya. Kolaborasi seperti ini tentu sangat berarti, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi kondisi yang tidak mudah,” pungkasnya.(*
).
Editor : Agus Pramono