Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Bukan Sekadar Kenyang! 5 Kuliner Khas Imlek Ini Dipercaya Bikin Hoki Sepanjang Tahun

Kiki KaltengPos • Sabtu, 31 Januari 2026 | 09:00 WIB
ILUSTRASI : Kue Keranjang, kudapan wajib diperayaan imlek. FREEPIK
ILUSTRASI : Kue Keranjang, kudapan wajib diperayaan imlek. FREEPIK

KALTENGPOS.JAWAPOS - Bagi warga Tionghoa, perayaan Tahun Baru Imlek bukan hanya soal kumpul keluarga dan bagi-bagi angpao. Meja makan adalah "pusat doa" di mana setiap hidangan yang disajikan dipilih dengan penuh pertimbangan.

Bukan sembarang menu, makanan Imlek memiliki makna filosofis yang mendalam—mulai dari simbol kekayaan hingga harapan umur panjang.

Penasaran apa saja makanan yang dianggap membawa keberuntungan? Simak daftar "penarik hoki" berikut ini!

1. Kue Keranjang (Nian Gao): Simbol Peningkatan Derajat
Si kenyal nan manis ini adalah ikon wajib setiap Imlek. Dalam bahasa Mandarin, Nian Gao terdengar seperti kata "tahun yang lebih tinggi".

Maknanya: Harapan agar karier, kesehatan, dan rezeki terus meningkat dari tahun sebelumnya.

Filosofi: Teksturnya yang lengket melambangkan ikatan keluarga yang semakin erat dan rejeki yang "menempel" terus.

2. Jeruk Mandarin: Si Emas yang Membawa Keberuntungan
Warna oranye cerah pada jeruk Mandarin bukan sekadar penghias meja. Warnanya yang menyerupai emas melambangkan kekayaan.

Maknanya: Kata "jeruk" dalam bahasa Mandarin punya pelafalan yang mirip dengan kata "keberuntungan".

Filosofi: Bentuknya yang bulat sempurna menyimbolkan harmoni dan kehidupan yang utuh tanpa hambatan.

3. Dumpling (Jiaozi): Dompet Rezeki Berlimpah
Pernah memperhatikan bentuk dumpling? Bentuknya sengaja dibuat menyerupai Yuanbao atau uang perak kuno Tiongkok.

Maknanya: Menyantap Jiaozi dipercaya dapat menarik kemakmuran dan kekayaan ke dalam rumah.

Tips Tradisi: Konon, semakin banyak dumpling yang Anda makan saat Imlek, semakin banyak pundi-pundi uang yang akan terkumpul di tahun tersebut!

4. Ikan Utuh: Harapan Sisa Rezeki yang Meluap
Menyajikan ikan saat Imlek tidak boleh dipotong-potong; harus utuh dari kepala hingga ekor. Dalam bahasa Mandarin, kata Yu (ikan) bermakna "surplus" atau sisa yang lebih.

Maknanya: Harapan agar di akhir tahun nanti, kita masih memiliki sisa rezeki atau tabungan yang melimpah (tidak habis pas-pasan).

Filosofi: Keutuhan ikan melambangkan awal dan akhir tahun yang berjalan mulus tanpa kekurangan.

5. Lumpia Goreng (Spring Rolls): Batangan Emas di Meja Makan
Lumpia goreng dengan kulit yang renyah dan berwarna kuning kecokelatan adalah favorit banyak orang.

Maknanya: Warnanya yang berkilau setelah digoreng dianggap sangat mirip dengan batangan emas.

Filosofi: Menikmati lumpia adalah simbol doa agar tahun ini dipenuhi dengan kemakmuran dan keberuntungan finansial yang "renyah".

Makan bersama saat Imlek bukan hanya soal memanjakan lidah, tapi cara indah untuk merawat tradisi dan menanamkan optimisme.

Apa pun menu favorit Anda, nilai kebersamaan bersama orang tercinta tetaplah "hoki" yang paling utama. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#angpao #imlek #tradisi imlek #kue keranjang #jeruk mandarin #kuliner imlek #lumpia goreng #tahun baru imlek #finansial #dumpling #hoki