PALANGKA RAYA-Di tengah gempuran dessert modern yang tampil mewah dengan topping berlimpah, satu sajian sederhana justru diam-diam mencuri perhatian.
Bukan karena tampilannya saja, tapi karena rasanya yang bikin penasaran sejak suapan pertama.
Adalah puding tapai racikan Maichael, pemilik dapoer_julid_pky2, yang kini jadi buruan pecinta kuliner di Kota Cantik. Perpaduan rasa manis, asam, dan sentuhan fermentasi khas tapai menghadirkan sensasi yang tak biasa ringan di lidah, tapi meninggalkan jejak rasa yang sulit dilupakan.
Berbeda dari puding pada umumnya, sajian ini tidak sekadar manis. Ada “kejutan” rasa yang muncul perlahan, membuat siapa pun yang mencoba cenderung ingin mengambil sendok berikutnya.
“Ide awalnya karena saya memang suka tapai ketan. Saya ingin rasa tradisional itu tetap ada, tapi dikemas lebih modern dan menarik,” ujar Mikel, Jumat (17/4/2026).
Tak disangka, eksperimen tersebut justru meledak saat momen Idulfitri. Pesanan membludak, bahkan banyak pelanggan yang kembali memesan setelah mencoba untuk pertama kali.
“Biasanya mereka beli satu cup dulu. Habis itu balik lagi, pesan lebih banyak,” katanya sambil tersenyum.
Di balik rasanya yang khas, Mikel mengaku ada proses yang tidak sederhana. Kunci utama terletak pada pemilihan tapai. Tingkat kematangan harus pas tidak terlalu muda agar rasa keluar, dan tidak terlalu lama agar aromanya tetap nyaman.
“Kalau salah pilih, rasanya bisa berubah. Jadi memang harus benar-benar diperhatikan,” jelasnya.
Tapai yang sudah terpilih kemudian dipadukan dengan susu dan bahan lainnya hingga menghasilkan tekstur lembut dan creamy. Hasilnya, rasa tradisional tetap kuat, tapi lebih ringan dan cocok dinikmati siapa saja.
Dari segi tampilan, puding ini juga tak kalah menggoda. Disajikan dalam cup bening berlapis, perpaduan warna putih susu dan hijau tapai menciptakan visual sederhana namun estetik cukup untuk membuat orang berhenti scroll dan penasaran ingin mencoba.
Kini, terutama saat akhir pekan, puluhan cup bisa terjual dalam sehari. Tak sedikit yang menjadikannya sebagai hidangan keluarga atau sekadar teman santai di rumah.
Fenomena ini seolah menegaskan satu hal: di tengah tren kuliner yang terus berubah, rasa tradisional tetap punya tempat istimewa.
Apalagi jika dikemas dengan sentuhan kreatif seperti puding tapai ini yang bukan hanya enak, tapi juga meninggalkan rasa rindu untuk kembali mencicipi. (*)
Editor : Ayu Oktaviana