Ketua Majelis Rasulullah Kalimantan Tengah, Habib Ahmad Al Habsyi, mengatakan makna Tahun Baru Hijriah adalah saat untuk merenungi dan mengambil nilai-nilai dari hijrahnya Rasulullah dari Kota Mekkah ke Kota Madinah.
Baca Juga : Tahun Baru Islam! Amalkan Doa Akhir Tahun & Doa Awal Tahun Setelah Maghrib!
“Kita melihat gambaran perjuangan Rasulullah saat hijrah. Nabi melalui tahap-tahap perjuangan dalam menegakkan agama Islam, sehingga Islam menjadi lebih besar,” ujarnya saat dibincangi Kalteng Pos, Kamis (27/6).
Makna hijrah sendiri dapat dimaknai oleh orang zaman sekarang sebagai perpindahan dari hal yang buruk menuju hal yang lebih baik. Sehingga pergantian tahun patut dijadikan momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kita merasakan, ketika berada di tempat yang penuh tantangan lalu pindah, bukan berarti kalah, tetapi untuk menjadi lebih baik lagi. Sebagaimana Rasulullah berhijrah ke Kota Madinah, dan di situ ada lebih banyak perjuangan selama 10 tahun di Madinah,” katanya.
Ia menyebutkan, bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah. “Ada empat bulan yang dimuliakan Allah, yaitu Rajab, Zulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram,” lanjutnya.
Baca Juga : Menjelang Natal dan Tahun Baru, Harga Cabai di Palangka Raya Melonjak
Meski tidak ada amalan dan keutamaan khusus saat pergantian Tahun Baru Hijriah, namun umat Muslim disarankan untuk membaca doa awal tahun guna mengharapkan kebaikan di tahun yang akan datang. Doa tersebut bisa dibaca setelah melaksanakan salat Magrib.
“Kebanyakan orang membaca doa akhir dan awal tahun. Itu doa agar kita bisa dijaga Allah di tahun depan dan tahun ini menjadi akhir yang baik atau husnul khatimah. Doa apa pun boleh, dan tidak ada amalan khusus,” imbuhnya. (mif)