PALANGKA RAYA-Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng untuk melakukann penertiban terhadap kendaraan Over Dimensi dan Over Load (ODOL) mendapat sambutan positif dan didukung penuh berbagai kalangan masyarakat di Kalteng.
Langkah tegas yang diambil Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran terkait program kebijakan penertiban kendaraan ODOL ini dianggap cara yang tepat demi menjaga dan mengurangi kerusakan infrastruktur kondisi jalan di seluruh Kalteng sekaligus menciptakan ketertiban dan keselamatan lalu lintas.
"Kami dari Komunitas DTT Cokro Tunggal berkomitmen turut mewujudkan Kalteng zero dari ODOL,"kata Ketua Komunitas DTT Cokro Tunggal Sumanto, beberapa hari lalu.
Lewat penertiban yang dilakukan oleh pihak Pemprov Kalteng bekerja sama dengan pihak kepolisian dari jajaran Polda Kalteng tersebut masyarakat Kalteng pun mendapatkan banyak keuntungan terutama terkait sebagai pengguna jalan akan lebih terjamin keselamatan saat berlalu lintas di jalan raya dan terhindar dari kecelakaan yang di sebabkan oleh adanya kerusakan jalan.
"Kami yakin, jika tidak ada truk melebihi batas tonase melintas, aspal jalan tidak mudah rusak, dan pasti aman serta nyaman bagi pengguna jalan,"tambahnya.
Sumanto menyatakan komunitasnya mendukung kebijakan Gubernur Kalteng terkait impiannya mewujudkan Zero ODOL di wilayah Kalteng.
“Kebijakan penanganan kendaraan ODOL ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah demi mewujudkan transportasi yang aman dan berkeadilan. Kendaraan ODOL tidak hanya melanggar aturan, tapi juga membahayakan nyawa dan mempercepat kerusakan jalan,”tegas Sumanto.
DTT Cokro Tunggal yang merupakan kumpulan dari para pemilik dan sopir truk di Palangka Raya menyatakan, penting bagi para pemilik angkutan kendaraan roda empat dan roda delapan untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya keselamatan berkendaraan terlebih terkait masalah muatan kendaraan yang berlebihan.
"Para pengusaha angkutan khususnya pemilik kendaraan angkutan barang harus memahami dampak dari muatan kendaraan yang berlebihan yang sangat merugikan bagi perekonomian negara terutama daerah Kalteng,"ungkapnya.(sja/ram)
Editor : Ayu Oktaviana